Haluannews Ekonomi – Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menunjukkan performa yang lebih cemerlang dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode awal tahun hingga 29 Agustus 2025. Data menunjukkan ISSI melesat dengan pertumbuhan 22,81% year-to-date (ytd), mencapai level 264,83. Sementara itu, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 9,32% ke level 7.830 pada periode yang sama.

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar modal syariah mencapai Rp8.856,95 triliun pada akhir Agustus 2025. Angka ini setara dengan 62,55% dari total kapitalisasi pasar modal Indonesia. Saat ini, terdapat 670 saham syariah yang terdaftar, mewakili 66,8% dari seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

Inarno menegaskan bahwa instrumen syariah menawarkan potensi keuntungan yang kompetitif, bahkan dibandingkan instrumen konvensional. Kepatuhan pasar modal syariah dijamin oleh fatwa DSN-MUI dan penerapan Syariah Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi bebas riba, gharar, dan maysir. Ia juga menekankan bahwa investasi saham bukanlah perjudian, melainkan instrumen investasi yang sah dan telah memperoleh legitimasi dari DSN MUI.
Minat generasi muda terhadap investasi di pasar modal juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga pertengahan September 2025, jumlah investor mencapai 18.504.054 SID, tumbuh 24,43% secara tahunan. Mayoritas investor berasal dari kalangan individu berusia di bawah 30 tahun, mencapai 54,23% dari total SID.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar