Investor Merapat! PT SMI Bongkar Rahasia NPL 0,4% di Proyek Jumbo

Investor Merapat! PT SMI Bongkar Rahasia NPL 0,4% di Proyek Jumbo

Haluannews Ekonomi – Yogyakarta – Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Reynaldi Hermansjah, membuka tabir di balik keberhasilan perusahaannya menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di level yang sangat rendah, yakni 0,4%. Angka ini jauh di bawah ambang batas 1% yang kerap menjadi tolok ukur kinerja keuangan yang sehat. Pengungkapan strategi ini disampaikan Reynaldi dalam gelaran Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (23/5/2026).

COLLABMEDIANET

Menurut Reynaldi, kunci utama terletak pada proses yang berkelanjutan dan terstruktur. Aspek pertama yang menjadi fondasi adalah seleksi ketat terhadap jenis infrastruktur atau proyek-proyek yang akan mendapatkan pembiayaan dari PT SMI. Setelah proyek terpilih, PT SMI secara proaktif melakukan mitigasi risiko potensial yang mungkin timbul, diikuti dengan monitoring intensif atas seluruh proses pembiayaan infrastruktur tersebut. "Syukur alhamdulillah, dengan proses sebagaimana garis besarnya tadi saya sampaikan, kami sampai dengan saat ini bisa menjaga NPL kami kurang lebih sekitar 0,4%. Ini suatu kinerja yang kami sangat banggakan," ujar Reynaldi, seperti dikutip Haluannews.id.

Investor Merapat! PT SMI Bongkar Rahasia NPL 0,4% di Proyek Jumbo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Reynaldi tidak menampik bahwa pembiayaan infrastruktur menyimpan tantangan tersendiri, terutama karena sifatnya yang merupakan investasi jangka panjang. Ia mencontohkan, ada pinjaman PT SMI yang memiliki tenor terpanjang hingga 19 tahun, dari awal hingga akhir proyek. "Oleh karena itu, ini bukan kendala, tetapi menurut saya adalah challenge yang besar, yaitu pada saat masa persiapan," jelasnya.

Oleh karena itu, persiapan proyek menjadi elemen yang sangat krusial. Reynaldi menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar saat proyek berjalan, realisasinya dapat mengikuti proyeksi awal dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. "Jadi kendala ataupun challenge-nya bagi kita adalah melakukan pada saat yang namanya project preparation itu," pungkas Reynaldi, menegaskan bahwa kesiapan di tahap awal adalah penentu keberhasilan jangka panjang dalam mengelola risiko pembiayaan infrastruktur.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar