Saham GOTO Merosot Tajam Pasca Aturan Baru

Saham GOTO Merosot Tajam Pasca Aturan Baru

haluannews.id – Dinamika pasar modal Indonesia kembali mengalami perubahan signifikan menyusul kebijakan terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan tersebut berkaitan dengan penghapusan batas bawah harga saham atau floor price yang sebelumnya ditetapkan pada level Rp50, kini resmi diturunkan menjadi Rp1 per saham. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada Senin, 28 September 2026, dan langsung memberikan dampak nyata pada pergerakan harga saham di pasar reguler maupun pasar tunai.

COLLABMEDIANET

Salah satu emiten yang merasakan langsung dampak dari perubahan aturan ini adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada perdagangan Senin pagi, saham GOTO tercatat mengalami tekanan hebat dengan penurunan harga hingga 14 persen, sehingga diperdagangkan di level Rp43. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang juga sedang lesu, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi sebesar 0,51 persen ke level 6210.

Saham GOTO Merosot Tajam Pasca Aturan Baru
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi volatilitas harga sahamnya, manajemen GoTo memberikan klarifikasi resmi. Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menegaskan bahwa penurunan harga saham pada hari pertama pemberlakuan aturan baru ini murni disebabkan oleh faktor teknis pasar, bukan karena penurunan kualitas bisnis perusahaan.

"Harga saham hari ini lebih dipengaruhi oleh aspek teknis menyusul aturan baru dari BEI yang menetapkan harga batas bawah tidak lagi di angka Rp50," ujar Audrey dalam keterangan resminya.

Audrey menekankan bahwa secara fundamental, kinerja bisnis GoTo justru menunjukkan tren yang semakin solid. Berdasarkan data terbaru, pada kuartal II-2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar. Pencapaian ini menandai keberhasilan perusahaan mencetak laba selama dua kuartal berturut-turut. Selain itu, pendapatan bersih perusahaan menyentuh angka Rp5,7 triliun, dengan nilai adjusted EBITDA yang melampaui Rp1 triliun.

Pihak manajemen juga optimistis dapat mencapai target panduan adjusted EBITDA tahunan di kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun. Sebagai langkah nyata untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, GoTo juga berencana melakukan pembatalan lebih dari 32 miliar saham treasury, atau setara dengan 2,7 persen dari total saham yang beredar. Rencana ini akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 14 Oktober mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kebijakan penghapusan floor price ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mempermudah proses price discovery atau penemuan harga yang lebih akurat. Dengan hilangnya batas minimum Rp50, saham kini memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel hingga ke level Rp1. Perubahan ini juga diikuti dengan penyesuaian mekanisme Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) agar selaras dengan rentang harga yang baru.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar