Rupiah Tertekan! Dolar AS Sentuh Rp16.700, Ada Apa?

Rupiah Tertekan! Dolar AS Sentuh Rp16.700, Ada Apa?

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah memulai pekan ini dengan tekanan, terdepresiasi terhadap mata uang Paman Sam. Pada pembukaan perdagangan Senin (24/11/2025), rupiah terpantau melemah tipis 0,06% ke level Rp16.700 per dolar AS. Padahal, pada penutupan perdagangan Jumat (21/11/2025) lalu, rupiah sempat menguat 0,21% dan parkir di posisi Rp16.690 per dolar AS.

COLLABMEDIANET

Indeks dolar AS (DXY) juga menunjukkan tren penguatan. Pada pukul 09.00 WIB, DXY menguat tipis 0,04% ke level 100,224. Pergerakan rupiah di awal pekan ini dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri.

Rupiah Tertekan! Dolar AS Sentuh Rp16.700, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% memberikan sentimen positif. Keputusan ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Selain itu, kebijakan ini juga menjaga daya tarik imbal hasil investasi di dalam negeri dan meredam potensi arus modal keluar. Langkah BI sejalan dengan proyeksi inflasi 2025-2026 yang diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5% plus minus 1%.

Sementara itu, dari eksternal, pasar masih mencermati perkembangan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Desember mendatang. Pertemuan ini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

Volatilitas pasar global meningkat seiring perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga. Data CME FedWatch per 22 November menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember melonjak menjadi 71%, setelah pernyataan Presiden Fed New York, John Williams, yang mengindikasikan adanya ruang bagi The Fed untuk menyesuaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar