Haluannews Ekonomi – Rupiah memulai perdagangan hari ini dengan tekanan, terdepresiasi terhadap mata uang Paman Sam. Pada pembukaan pasar Selasa (15/7/2025), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.250 per dolar AS, terkoreksi tipis 0,06%.

Related Post
Sentimen global masih menjadi momok bagi mata uang Garuda. Kebijakan tarif yang terus digulirkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, kini menyasar Kanada, Meksiko, Uni Eropa, bahkan Rusia, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Ancaman tarif 100% terhadap mitra dagang Rusia berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global dan menahan aliran modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, pasar juga menanti rilis data inflasi AS periode Juni. Para ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Negeri Paman Sam akan mengalami kenaikan menjadi 2,6% secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kenaikan inflasi ini meredam harapan pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve dalam waktu dekat, menambah tekanan bagi rupiah.
Indeks dolar AS (DXY) sendiri terpantau melemah tipis 0,03% ke level 98,055 pada pukul 09.00 WIB. Pergerakan ini memberikan sedikit ruang bagi mata uang lain, namun sentimen negatif yang kuat dari faktor eksternal masih mendominasi pasar. Para pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan kebijakan global dan data ekonomi AS untuk mengukur arah pergerakan rupiah selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar