Rupiah Terjun Bebas! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800

Rupiah Terjun Bebas! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terperosok tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), menjelang periode libur panjang Idul Adha. Merujuk data dari Refinitiv yang dihimpun Haluannews.id, mata uang Garuda mengakhiri sesi perdagangan di level Rp17.775/US$, mencatatkan pelemahan sebesar 0,25%. Posisi ini kembali menorehkan rekor terlemah sepanjang sejarah rupiah, sekaligus semakin mendekatkan mata uang domestik ke ambang batas psikologis berikutnya di Rp17.800/US$.

COLLABMEDIANET

Sepanjang hari perdagangan, rupiah berada di bawah tekanan yang signifikan. Setelah dibuka stagnan di level Rp17.730/US$, mata uang Indonesia ini kemudian berbalik melemah dan sempat menyentuh angka Rp17.790/US$ sebelum sedikit pulih di penutupan.

Rupiah Terjun Bebas! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fenomena ini menjadi sorotan mengingat Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru terpantau melemah. DXY tercatat turun 0,16% ke posisi 99,087 pada pukul 15.00 WIB. Rupiah, secara paradoks, kembali gagal memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS di pasar global.

Pelemahan dolar AS hari ini didorong oleh sentimen positif di kalangan investor terkait prospek tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan. Meskipun peluang kesepakatan dalam waktu dekat masih dinilai rendah, harapan akan perdamaian telah mendorong harga minyak mentah turun di bawah US$100 per barel. Kondisi ini secara langsung mengurangi beban tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang dan kembali memicu minat pelaku pasar terhadap instrumen investasi berisiko.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya saat ini berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Qatar, membahas potensi kesepakatan. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan baik, namun tetap mengeluarkan peringatan akan adanya serangan baru jika negosiasi menemui kegagalan. Di sisi lain, Komando Pusat AS melaporkan telah melakukan serangan baru sebagai upaya melindungi pasukannya dari ancaman militer Iran.

Meskipun situasi geopolitik di kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil, pasar mulai merespons kemungkinan adanya jalan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika risiko ekstrem terhadap pasokan minyak global dapat berkurang, tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi dunia juga berpotensi mereda, memberikan angin segar bagi stabilitas pasar finansial global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar