Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia masih dihadapkan pada tekanan signifikan, memicu koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah. Menurut Dimas Yusuf, Investment Director Sucor Asset Management, sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri menjadi pemicu utama kondisi ini, sebagaimana disampaikannya dalam dialog di Squawk Box Haluannews.id pada Selasa (26/05/2026).

Related Post
Dimas menjelaskan, ketidakpastian geopolitik global masih menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, berpotensi melanjutkan tekanan yang ada. Namun, di tengah gejolak tersebut, ia juga menyoroti daya tarik investasi di pasar modal Indonesia yang justru semakin menguat, baik di sektor obligasi maupun saham, menawarkan peluang bagi investor yang cermat.

Dari ranah domestik, isu terkait kebijakan indeks global seperti MSCI dan FTSE turut memicu sikap ‘wait and see’ dari investor. Untuk mengembalikan kepercayaan pasar, Dimas menekankan pentingnya langkah perbaikan dan respons cepat dari regulator serta Bursa Efek Indonesia (BEI) guna menciptakan iklim investasi yang lebih stabil dan prediktif.
Dengan dinamika sentimen yang kompleks ini, arah pergerakan pasar keuangan Indonesia ke depan masih menjadi tanda tanya besar. Para investor dan pengelola investasi perlu mencermati setiap perkembangan untuk menentukan strategi terbaik di tengah volatilitas yang tinggi.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar