Grup Bakrie Guncang Pasar! Rights Issue Rp4,76 T Demi Apa?

Grup Bakrie Guncang Pasar! Rights Issue Rp4,76 T Demi Apa?

Haluannews Ekonomi – PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), entitas induk Grup Bakrie, tengah bersiap melancarkan aksi korporasi jumbo berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) V, atau yang lebih dikenal sebagai rights issue. Langkah strategis ini melibatkan penerbitan hingga 89,91 miliar saham baru, dengan target penghimpunan dana mencapai Rp4,76 triliun.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluannews.id, harga pelaksanaan rights issue ini dipatok sebesar Rp53 per saham. Angka ini menawarkan diskon signifikan dibandingkan harga saham BNBR di pasar pada hari perdagangan saat ini yang berada di level Rp129, sebuah strategi yang diharapkan dapat menarik minat investor.

Grup Bakrie Guncang Pasar! Rights Issue Rp4,76 T Demi Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam skema PMHMETD V ini, setiap pemegang 27 saham BNBR yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 26 Juni 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 14 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru. Setelah seluruh proses rights issue rampung, saham yang diterbitkan ini akan merepresentasikan sekitar 34,15% dari total saham perseroan.

Dua pemegang saham utama BNBR, Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, memainkan peran penting dalam struktur rights issue ini. Port Fraser International Ltd, yang memiliki 38,85 miliar saham atau 22,41% kepemilikan, akan memperoleh 20,14 miliar HMETD. Namun, melalui surat tertanggal 13 Mei 2026, Port Fraser menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD-nya dan akan mengalihkannya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). Demikian pula dengan Fountain City Investment Ltd, pemegang 38,44 miliar saham atau 22,17%, yang akan mendapatkan 19,93 miliar HMETD. Perusahaan ini juga memutuskan untuk mengalihkan seluruh haknya kepada BCI, sebagaimana tertuang dalam surat tertanggal 13 Mei 2026. Manajemen BNBR menegaskan bahwa Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.

PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), yang juga bertindak sebagai Pembeli Siaga, akan menerima total 40,08 miliar HMETD dari kedua pemegang saham tersebut. BCI telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan, dengan nilai total mencapai Rp2,12 triliun. Manajemen BNBR memastikan bahwa BCI memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk memenuhi komitmen tersebut.

"Jika saham-saham yang ditawarkan dalam PMHMETD V ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang telah melakukan pemesanan lebih besar dari haknya sebagaimana tercantum dalam Daftar Pemegang HMETD, secara proposional berdasarkan atas jumlah HMETD yang dilaksanakan," jelas manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi yang dikutip Haluannews.id pada Selasa (26/5/2026). Apabila masih terdapat sisa saham setelah alokasi tersebut, BCI selaku Pembeli Siaga siap menyerap sisa saham tersebut, dengan porsi maksimal hingga 89,91 miliar saham.

Dana segar yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan dialokasikan secara strategis untuk memperkuat struktur keuangan anak-anak usaha BNBR. Sebesar Rp4,36 triliun akan digunakan untuk melunasi pinjaman PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), anak usaha BNBR. Rinciannya, Rp3,66 triliun akan dipakai untuk membayar seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd., sementara Rp700 miliar sisanya akan digunakan untuk melunasi pokok pinjaman kepada PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU).

Selain itu, Rp200 miliar dari dana rights issue akan disalurkan kepada PT Bakrie Construction (BCONS) sebagai modal kerja proyek. Kemudian, Rp40 miliar akan dialokasikan untuk PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), anak usaha BNBR, sebagai penyertaan modal dalam perusahaan patungan yang akan dibentuk untuk pengembangan area istirahat (rest area) di ruas jalan tol Cimanggis-Cibitung. Sisa dana yang ada akan dimanfaatkan oleh BNBR sebagai modal kerja perseroan, meliputi biaya gaji, sewa kantor, dan berbagai biaya operasional lainnya.

Aksi korporasi ini telah mengantongi restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 27 Februari lalu. Berdasarkan jadwal sementara, distribusi HMETD dijadwalkan pada 29 Juni 2026, diikuti dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada keesokan harinya. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung serentak mulai 30 Juni 2026 hingga 13 Juli 2026.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar