Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan tren positifnya pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (26/09/2025), menguat 0,38% ke level 8.071. Sementara itu, mata uang Rupiah terpantau mengalami pelemahan tipis sebesar 0,09% menjadi Rp16.720 per Dolar AS.

Related Post
Pergerakan pasar modal domestik yang variatif ini menjadi sorotan utama para pelaku pasar. Analis pasar dari Haluannews.id, Susi Setiawati, dalam program Power Lunch memberikan pandangannya mengenai dinamika yang terjadi di pasar.

Menurut Susi, penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari sektor tertentu, sementara pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. "Investor perlu mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan Bank Indonesia untuk mengantisipasi pergerakan pasar selanjutnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Susi menyarankan agar investor tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih saham, serta mempertimbangkan diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko. Pergerakan Rupiah juga perlu diwaspadai, terutama bagi perusahaan yang memiliki eksposur utang dalam mata uang asing.
Meskipun Rupiah mengalami tekanan, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menopang stabilitas pasar. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menarik investasi asing ke dalam negeri.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar