Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif di pasar valuta asing, dengan dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,15%, bertengger di level Rp16.360 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif yang telah dimulai sejak sesi perdagangan sebelumnya, di mana rupiah ditutup menguat signifikan sebesar 0,61% pada posisi Rp16.385 per dolar AS.

Related Post
Sentimen pasar hari ini akan banyak dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni data ekonomi domestik dan perkembangan di pasar global. Investor dan pelaku pasar tengah menanti pengumuman resmi data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Proyeksi menunjukkan adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan perkiraan berada di bawah angka psikologis 5% secara tahunan. Konsensus pasar yang dihimpun Haluannews.id dari berbagai institusi memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,78% (yoy) dan 3,69% (qtq).

Di sisi lain, dolar AS tengah mengalami tekanan yang memberikan ruang bagi rupiah untuk bernapas. Indeks dolar AS (DXY) terpantau berada di zona merah dengan pelemahan tipis 0,05% di level 98,73. Pelemahan ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS yang menunjukkan sinyal perlambatan, memicu ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan segera mengambil langkah pemangkasan suku bunga. Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September melonjak menjadi 94,4%, sebuah peningkatan signifikan dari 63% pada pekan sebelumnya. Kondisi ini mendorong pelemahan dolar secara global dan membuka peluang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar