Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan taringnya dengan berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11/2025). Data Refinitiv mencatat, mata uang Garuda berhasil berbalik arah dan mengakhiri sesi perdagangan dengan apresiasi tipis di level Rp16.680 per dolar AS, atau naik 0,06%.

Related Post
Sempat dibuka melemah 0,06% hingga menembus level Rp16.700 per dolar AS di awal perdagangan, rupiah kemudian menunjukkan resiliensinya dengan berbalik menguat seiring berjalannya waktu. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,11% ke level 99,840.

Penguatan rupiah di penghujung pekan ini tak lepas dari sentimen positif yang datang dari dalam negeri. Bank Indonesia (BI) melaporkan kenaikan cadangan devisa (cadev) pada Oktober 2025. Posisi cadev tercatat mencapai US$ 149,9 miliar, meningkat dari US$ 148,7 miliar pada September 2025. Kenaikan ini didorong oleh penerbitan surat utang global pemerintah serta setoran pajak yang masuk ke kas negara.
Dengan level tersebut, cadangan devisa Indonesia saat ini cukup untuk membiayai 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh melampaui standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. Cadangan devisa memiliki peran krusial bagi perekonomian nasional, terutama sebagai penopang stabilitas nilai tukar rupiah terhadap tekanan dolar AS.
BI menegaskan bahwa posisi rupiah masih berada dalam kondisi yang wajar dan terkendali, meskipun sempat menyentuh level Rp16.700 per dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa fluktuasi yang terjadi bersifat sementara dan BI akan terus berupaya menjaga kondisi rupiah agar lebih kondusif.
Denny juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas dan penguatan nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar uang. Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk memastikan stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar