Pasar Asia Menggila: Kesepakatan Iran-AS Picu Reli Dahsyat!

Pasar Asia Menggila: Kesepakatan Iran-AS Picu Reli Dahsyat!

Haluannews Ekonomi – Pasar saham di kawasan Asia membuka perdagangan pagi ini, Kamis (16/4/2026), dengan performa yang sangat impresif, melanjutkan momentum penguatan dari Wall Street yang baru saja mencetak rekor tertinggi. Indeks Kospi Korea Selatan menjadi bintang utama, memimpin reli di tengah optimisme pasar global yang membuncah.

COLLABMEDIANET

Data menunjukkan, indeks acuan Korea Selatan, Kospi, melonjak signifikan sebesar 1,03%, diikuti oleh indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq yang juga menguat 0,77%. Di Jepang, sentimen positif tak kalah kuat, dengan indeks Nikkei 225 naik 0,81% dan Topix bertambah 0,70%. Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga bergerak di zona hijau, meskipun dengan kenaikan yang lebih moderat sebesar 0,22%. Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan sinyal positif, diperdagangkan di level 26.129, melampaui penutupan sebelumnya di 25.947,32.

Pasar Asia Menggila: Kesepakatan Iran-AS Picu Reli Dahsyat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penguatan pasar global sepanjang pekan ini didorong oleh harapan besar akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Prospek meredanya ketegangan geopolitik ini telah menyuntikkan optimisme yang masif ke pasar keuangan, mengubah sentimen dari kekhawatiran menjadi euforia.

Indeks S&P 500 di Wall Street, misalnya, telah pulih sepenuhnya dari kerugian yang sempat terjadi akibat ketegangan dengan Iran pada awal pekan, dan kini telah membukukan kenaikan kumulatif 3% sepanjang minggu ini. Senada, indeks Nasdaq dan Dow Jones Industrial Average masing-masing melonjak sekitar 5% dan lebih dari 1%. Presiden Donald Trump, dalam sebuah wawancara dengan Fox Business yang dikutip oleh Haluannews.id, menyatakan bahwa konflik dengan Iran "sangat dekat dengan akhir" dan bahwa ia "sangat ingin mencapai kesepakatan."

Seorang pejabat Gedung Putih, yang enggan disebutkan namanya untuk membahas rencana pemerintah, mengonfirmasi kepada Haluannews.id bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dalam pembahasan, meskipun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan. Menariknya, di tengah optimisme pasar saham, harga minyak justru menunjukkan tren penurunan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,38% menjadi US$90,94 per barel, sementara patokan internasional Brent melemah 0,36% ke level US$94,59 per barel. Penurunan harga minyak ini dapat diinterpretasikan sebagai respons pasar terhadap potensi peningkatan pasokan dan berkurangnya premi risiko geopolitik jika kesepakatan damai benar-benar terwujud.

Adapun pergerakan di Wall Street semalam, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 terpantau relatif datar, sementara kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik tipis 45 poin, atau 0,1%. Ini mengindikasikan bahwa sentimen positif dari prospek perdamaian telah meresap kuat ke dalam ekspektasi pasar, mendorong investor untuk kembali mengakumulasi aset berisiko.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar