Haluannews Ekonomi – Konglomerat Prajogo Pangestu kembali melakukan aksi divestasi signifikan terhadap saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), emiten batu bara yang berada di bawah kendalinya. Dalam serangkaian transaksi yang berlangsung pada pertengahan April lalu, taipan petrokimia itu tercatat melepas sebanyak 57,15 juta lembar saham CUAN senilai fantastis Rp 90,07 miliar.

Related Post
Langkah ini, menurut keterangannya dalam laporan keterbukaan informasi yang diterima Haluannews.id, bertujuan untuk meningkatkan porsi saham beredar bebas atau free float di pasar. Akibat divestasi ini, persentase kepemilikan Prajogo di CUAN mengalami sedikit penurunan, dari sebelumnya 82,3888% menjadi 82,3379%. Meskipun demikian, ia menegaskan posisinya sebagai pemegang saham pengendali tidak tergoyahkan dan akan tetap mempertahankan kendali penuh atas perusahaan tersebut.

Rincian transaksi menunjukkan bahwa pelepasan saham dilakukan dalam lima tahap berbeda. Pada tanggal 16 April, Prajogo melepas 13.436.300 saham pada harga Rp1.561 per lembar, diikuti oleh 12.000.000 saham di harga Rp1.545 per lembar, dan 1.048.900 saham di harga Rp1.533 per lembar. Keesokan harinya, pada 17 April, transaksi dilanjutkan dengan pelepasan 12.600.000 saham pada harga Rp1.590 per lembar, serta 18.071.500 saham pada harga Rp1.600 per lembar. Total akumulasi nilai dari seluruh transaksi tersebut mencapai angka sekitar Rp 90.070.000.000.
Prajogo Pangestu sendiri dalam keterbukaan informasi yang dikutip Haluannews.id menyatakan bahwa tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk "menambah saham Free Float." Langkah ini sejalan dengan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang gencar mendorong perusahaan terbuka untuk memiliki jumlah free float saham minimal 15%. Dorongan ini merupakan bagian dari upaya reformasi pasar modal Indonesia yang sempat disorot oleh indeks global seperti MSCI dan mengalami gejolak signifikan pada Januari lalu. Dengan tetap mempertahankan kendali penuh, manuver Prajogo ini dapat diinterpretasikan sebagai langkah strategis untuk memenuhi regulasi sekaligus menjaga likuiditas saham CUAN di pasar.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar