Haluannews Ekonomi – Dunia bisnis berduka. Goh Cheng Liang, pendiri Wuthelam Group dan pemilik saham mayoritas Nippon Paint Holdings Jepang, meninggal dunia pada usia 98 tahun. Miliarder Singapura yang sempat dinobatkan sebagai orang terkaya di Singapura versi Forbes tahun 2025 ini menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (12/8/2025) pagi, dikelilingi keluarga tercinta, seperti dilaporkan The Straits Times. Kepergiannya meninggalkan warisan kekayaan bersih senilai US$ 13 miliar atau setara Rp 211,6 triliun (kurs asumsi).

Related Post
Goh Cheng Liang, sosok yang dikenal rendah hati dan tertutup, memilih untuk menjalankan bisnisnya secara swasta. Dalam wawancara dengan The Business Times tahun 1997, ia mengungkapkan preferensinya terhadap perusahaan swasta, mengatakan dirinya bukan manajer profesional dan merasa kesulitan mengelola manajer profesional lainnya. Sikapnya yang anti-go public ini tampaknya tak menghalangi kesuksesannya membangun kerajaan bisnis cat global.

Selain kesuksesan bisnisnya, Goh juga dikenal akan filantropinya. Ia berkontribusi besar pada pembangunan infrastruktur di Desa Dawu, kampung halamannya di Chaozhou, Provinsi Guangdong, China timur. Dana yang disalurkannya digunakan untuk membangun jalan, sistem penyediaan air bersih dan sanitasi, serta beberapa sekolah.
Goh meninggalkan tiga orang anak, Goh Hup Jin, Goh Chuen Jin, dan Goh Chiat Jin, delapan cucu, dan satu cicit. Putra sulungnya, Goh Hup Jin, menggambarkan ayahnya sebagai sosok kebaikan dan kekuatan yang mengajarkan keluarga untuk hidup dengan welas asih dan kerendahan hati. Di mata keluarga dan teman-temannya, Goh dikenal memiliki selera humor yang tinggi dan senang menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya, menikmati kegiatan seperti berperahu, memancing, menyantap hidangan lezat, dan berwisata.
Kepergian Goh Cheng Liang merupakan kehilangan besar bagi dunia bisnis dan filantropi. Warisannya, baik berupa kekayaan maupun semangat kemanusiaan, akan terus dikenang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar