Haluannews Ekonomi – Gejolak kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan. Pada 1 Juni 2025, rupiah tercatat di level Rp 16.294 per dolar AS, mengingatkan kita pada krisis moneter 1998 di mana dolar AS meroket hingga Rp 16.800. Kala itu, kejatuhan Soeharto dan pengangkatan B.J. Habibie sebagai presiden diiringi kekhawatiran akan ketidakmampuannya mengendalikan ekonomi. Habibie, seorang teknokrat bukan ekonom, bahkan dianggap oleh sebagian pihak sebagai ancaman bagi stabilitas rupiah. Namun, kenyataannya Habibie berhasil menjinakkan dolar hingga ke level Rp 6.550. Bagaimana caranya?

Related Post
Strategi Habibie terdiri dari tiga jurus ampuh:

1. Restrukturisasi Perbankan yang Agresif: Pemerintah Orde Baru sebelumnya terlalu mudah memberikan izin pendirian bank. Hal ini berujung pada krisis perbankan saat krisis melanda. Habibie mengambil langkah tegas dengan merestrukturisasi sektor perbankan. Empat bank milik negara digabung menjadi Bank Mandiri, dan yang lebih penting, UU No. 23 Tahun 1999 mewujudkan independensi Bank Indonesia (BI) dari pemerintah. Langkah ini diyakini Habibie sebagai kunci penguatan rupiah, karena BI bisa beroperasi secara objektif dan bebas intervensi politik.
2. Kebijakan Moneter Ketat dengan SBI: Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap perbankan, Habibie menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan suku bunga tinggi. Strategi ini berhasil menurunkan suku bunga dari 60% menjadi angka belasan persen, sekaligus menarik kembali dana masyarakat ke perbankan dan mengurangi peredaran uang yang berlebih.
3. Kendali Harga Pokok, Meski Kontroversial: Habibie menyadari pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ia mempertahankan subsidi BBM dan listrik, meski kebijakan ini menuai kritik. Bahkan, Habibie sempat mengimbau masyarakat untuk berpuasa Senin-Kamis guna menghemat pengeluaran. Meskipun kontroversial, langkah ini bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah krisis.
Ketiga strategi tersebut terbukti efektif mengembalikan kepercayaan investor dan menstabilkan nilai tukar rupiah. Aliran modal asing kembali masuk, dan dolar AS berhasil dikendalikan hingga ke level Rp 6.550. Kisah sukses Habibie ini menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi gejolak ekonomi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar