Pasar Tak Panik IHSG Kebal Kabar BI

Pasar Tak Panik IHSG Kebal Kabar BI

haluannews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menepis gejolak yang dipicu oleh kabar mengejutkan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Meskipun sempat tertekan hebat di awal sesi, indeks kebanggaan Tanah Air ini akhirnya hanya ditutup melemah tipis, menandakan investor tidak panik.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di level 6.185,78, terkoreksi minimal 10,65 poin atau 0,17 persen. Padahal sepanjang hari, indeks sempat terjun bebas hingga menyentuh 6.144,27. Namun, berkat daya tahan pasar, IHSG mampu bangkit dan memperkecil kerugian, bahkan mendekati kembali level psikologis 6.200. Puncak tertinggi harian tercatat di 6.219,42.

Pasar Tak Panik IHSG Kebal Kabar BI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kemampuan IHSG memulihkan diri ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar belum terpancing untuk melakukan aksi jual massal, meskipun dikejutkan oleh berita mundurnya Perry Warjiyo pagi itu. Investor cenderung memilih untuk menunggu kejelasan arah kebijakan moneter berikutnya, terutama setelah pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai pelaksana tugas Gubernur BI.

Aktivitas perdagangan juga mencerminkan sikap tenang ini. Total nilai transaksi tercatat Rp12,09 triliun dengan volume 25,92 miliar saham dalam 1,79 juta transaksi. Tekanan terhadap IHSG pun tidak merata, terlihat dari 318 saham yang menguat, 360 saham melemah, dan 287 saham stagnan.

Menariknya, sektor yang paling sensitif terhadap kebijakan Bank Indonesia justru menjadi motor penggerak pasar. Data Refinitiv menunjukkan sektor keuangan menguat 0,38 persen, menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, diikuti sektor konsumer non-primer yang tumbuh 0,17 persen.

Sebaliknya, tekanan lebih banyak datang dari saham-saham utilitas dan properti. Sektor utilitas menjadi penyumbang koreksi utama dengan penurunan 1,88 persen, disusul sektor properti 0,77 persen, kesehatan dan industri masing-masing 0,45 persen, serta energi 0,31 persen.

Dari sisi pergerakan saham, pelemahan IHSG juga bukan disebabkan oleh tekanan yang merata. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi kontributor negatif terbesar dengan memangkas 5,21 poin, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,49 poin, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 3,11 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 2,76 poin, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 2,49 poin.

Di sisi lain, penguatan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menjadi pahlawan utama IHSG dengan kontribusi 5,33 poin, disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 2,30 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 1,74 poin, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar 1,57 poin, serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 1,36 poin.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar menegaskan bahwa kabar pengunduran diri Perry Warjiyo memang sempat memicu gejolak sesaat. Namun, hingga penutupan perdagangan, sentimen tersebut tidak berkembang menjadi aksi jual panik.

Sementara itu, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp293,41 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi. Nilai beli asing mencapai Rp2,17 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp2,47 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net sell asing terbesar, yakni Rp135,65 miliar. Kemudian diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp71,46 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp41,82 miliar, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp38,52 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp29,88 miliar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar