Rahasia di Balik Restrukturisasi Raksasa Investasi Temasek!

Rahasia di Balik Restrukturisasi Raksasa Investasi Temasek!

Haluannews Ekonomi – Raksasa investasi asal Singapura, Temasek Holdings, dikabarkan tengah mempersiapkan restrukturisasi besar-besaran. Langkah berani ini akan membagi perusahaan menjadi tiga divisi investasi, dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi dan imbal hasil. Informasi ini didapat dari sumber yang mengetahui rencana tersebut, seperti yang dilansir Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Menurut The Business Times, Temasek akan membagi operasionalnya menjadi tiga unit utama. Unit pertama akan fokus mengelola aset domestik besar seperti Singapore Airlines. Unit kedua akan menangani investasi luar negeri, sementara unit ketiga akan khusus mengelola dana investasi.

Rahasia di Balik Restrukturisasi Raksasa Investasi Temasek!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun rencana ini masih bersifat cair dan bisa berubah, restrukturisasi ini dipercaya akan mengubah struktur perusahaan berusia 51 tahun tersebut secara fundamental. Tekanan untuk meningkatkan imbal hasil investasi dan merampingkan operasional semakin meningkat. Meskipun nilai portofolio bersih Temasek mencapai rekor 434 miliar dolar Singapura per 31 Maret, kinerja 10 tahunnya hanya mencatatkan imbal hasil tahunan sebesar 5%, setara dengan GIC, namun masih tertinggal dari indeks MSCI World yang tumbuh rata-rata 10% per tahun dalam periode yang sama.

Struktur operasional Temasek yang konvensional, dengan eksekutif yang mengelola aset berdasarkan sektor dan wilayah, akan dirombak. Restrukturisasi diharapkan dapat memfokuskan para eksekutif kunci untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi.

Temasek sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Namun, pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang, bahkan mungkin lebih cepat. Restrukturisasi ini bertepatan dengan pergantian kepemimpinan di Temasek. Teo Chee Hean, mantan menteri senior Singapura, akan menjabat sebagai ketua baru mulai 9 Oktober. Acara Grand Prix Formula 1 Singapura awal Oktober disebut-sebut sebagai momen strategis untuk menjelaskan perubahan ini kepada mitra dan pemangku kepentingan.

Dalam beberapa skenario, investasi eksternal Temasek, seperti Avanda Investment Management, kemungkinan akan dipindahkan ke bawah naungan Seviora Group. Seviora, perusahaan manajemen aset yang didirikan Temasek pada 2020, menaungi unit investasi seperti Fullerton Fund Management, Azalea Investment Management, dan SeaTown Holdings International. Mulai September, Seviora akan dipimpin oleh Gabriel Lim, mantan pejabat tinggi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Portofolio Temasek saat ini terbagi menjadi tiga bagian: 41% dari perusahaan berbasis Singapura, 36% dari investasi global langsung, dan 23% dari dana dan perusahaan manajemen aset. Struktur baru diharapkan memperkuat garis kepemimpinan dengan menempatkan eksekutif senior untuk setiap divisi. Beberapa nama yang disebut-sebut akan menempati posisi kunci antara lain CFO Png Chin Yee dan Nagi Hamiyeh, kepala kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Perubahan ini menandai babak baru bagi Temasek di tengah persaingan investasi global yang semakin ketat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar