haluannews.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sukses membukukan kinerja cemerlang pada paruh pertama tahun 2026. Pencapaian ini menandai kuartal keempat berturut-turut perseroan mencetak pertumbuhan positif, sebuah bukti kemajuan signifikan dalam memperkuat fondasi bisnis demi mencapai target jangka panjang.

Related Post
Dalam periode Januari hingga Juni 2026, Unilever Indonesia mencatatkan lonjakan penjualan domestik sebesar 7,1 persen, yang utamanya ditopang oleh pertumbuhan volume dasar yang solid mencapai 7,3 persen. Secara keseluruhan, penjualan bersih dari operasi berkelanjutan perusahaan berhasil menyentuh angka Rp16,9 triliun, menunjukkan peningkatan 7,1 persen secara tahunan. Tak hanya itu, laba bersih dari operasi berkelanjutan, tidak termasuk bisnis teh SariWangi, juga ikut melesat 10,2 persen menjadi Rp2,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun margin kotor dari operasi berkelanjutan sedikit menurun 168 basis poin menjadi 46,6 persen, margin laba sebelum pajak dari operasi berkelanjutan tetap terjaga kuat di level 15,7 persen. Bahkan, tanpa memperhitungkan biaya transformasi, margin kotor mencapai 47,7 persen dan margin laba sebelum pajak meningkat 45 basis poin menjadi 16,7 persen.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengungkapkan bahwa hasil positif semester pertama 2026 ini merupakan buah dari upaya keras perusahaan dalam memperkokoh fundamental bisnis. "Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh volume yang kuat. Ini mencerminkan eksekusi pasar yang semakin optimal," ujar Benjie, seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan pada Selasa (28/7/2026). Ia menambahkan, hasil ini semakin mempertegas keyakinan bahwa strategi yang diterapkan telah membuahkan hasil nyata dan membawa bisnis ke arah yang tepat.
Di tengah dinamika lingkungan usaha dan investasi berkelanjutan untuk transformasi bisnis, Unilever Indonesia tetap fokus pada pertumbuhan yang konsisten, berkualitas, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Benjie Yap memaparkan, perseroan menjalankan prioritas strategisnya melalui tiga pilar utama yang saling menguatkan: Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya.
Tiga Pilar Strategi Unggul Unilever Indonesia
-
Kategori: Memikat Konsumen dengan Merek Kuat dan Inovasi Skala Besar
Unilever Indonesia terus mengasah daya saing melalui inovasi superior dan strategi penciptaan permintaan yang mengutamakan pendekatan sosial (social-first demand creation). Tujuannya adalah meningkatkan preferensi konsumen di seluruh lini produk. Dengan pendekatan "Desire at Scale", perusahaan memperkuat keunggulan merek melalui diferensiasi berbasis sains, estetika, dan pengalaman sensorik.
"Kami juga mempercepat keterlibatan konsumen melalui kolaborasi dengan kreator dan kemitraan yang relevan secara budaya, guna meningkatkan visibilitas merek, terutama di kalangan konsumen muda," jelas Benjie. Upaya ini membuahkan hasil merata, di mana 18 dari 24 merek Unilever mencatatkan pertumbuhan pada semester pertama 2026. Yang lebih penting, bisnis inti yang sebelumnya menghadapi tantangan kini kembali tumbuh, sementara segmen berpotensi tinggi terus mencetak pertumbuhan dua digit yang kuat. -
Saluran Penjualan: Eksekusi Cermat di Setiap Titik Pembelian
Penguatan kapabilitas route-to-market dan eksekusi di berbagai saluran penjualan turut berkontribusi pada pertumbuhan penjualan domestik 7,1 persen. Kinerja impresif ini didukung oleh peningkatan di seluruh kanal utama, mencerminkan eksekusi yang lebih baik, ketersediaan produk yang optimal, dan keterlibatan pembeli yang semakin solid.
Di kanal General Trade, pertumbuhan didorong oleh agenda ‘More Stores’ dan ‘Better Stores’ yang berkelanjutan, memperluas jangkauan dan memperkuat eksekusi di titik penjualan. Sementara itu, kanal Modern Trade menunjukkan kinerja prima berkat eksekusi yang lebih kuat dan aktivasi kategori yang efektif. Kanal Health and Beauty serta eCommerce juga terus menunjukkan momentum positif, didukung portofolio yang terdiferensiasi dan kapabilitas end-to-end yang semakin kuat. -
Biaya: Mendorong Pertumbuhan dengan Disiplin dan Produktivitas Tinggi
Dari sisi biaya, Unilever Indonesia mendorong produktivitas dan memperketat disiplin biaya di seluruh lini bisnis. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk terus berinvestasi guna mendukung pertumbuhan sambil tetap menjaga profitabilitas. Melalui kombinasi penyesuaian harga yang terukur, inisiatif produktivitas, dan pengelolaan biaya yang disiplin, Unilever Indonesia berhasil menjaga ketahanan bisnis di tengah tekanan biaya yang masih berlangsung, sekaligus terus meningkatkan margin.
"Kami memastikan setiap investasi memberikan dampak optimal dengan mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat sasaran. Ini terwujud melalui investasi berkelanjutan pada merek-merek prioritas dan percepatan pengembangan kapabilitas digital," terang Benjie.
Ke depan, Unilever Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan kompetitif melalui eksekusi disiplin atas strategi Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya. Di tengah kondisi pasar yang dinamis, perseroan optimistis dapat memperkuat kinerja bisnis berkat fundamental yang kokoh, portofolio merek yang kuat, eksekusi pasar yang efektif, serta fokus pada produktivitas. Didukung budaya ‘Hungry to Win’, Unilever Indonesia yakin dapat semakin mengukuhkan daya saing, mempercepat pertumbuhan berkualitas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.










Tinggalkan komentar