Haluannews Ekonomi – Seorang pria di Texas, Amerika Serikat, bernama Tyler Loudon, merasakan manisnya keuntungan hingga US$ 1,7 juta atau sekitar Rp 28 miliar (kurs Rp 16.000) dari aksi insider trading. Namun, keberuntungannya berujung petaka. Haluannews.id mengungkap kronologi kasus ini yang berawal dari "nguping" percakapan istrinya.

Related Post
Istri Loudon, seorang manajer merger dan akuisisi di perusahaan minyak dan gas raksasa BP, secara tidak sengaja membocorkan informasi rahasia terkait akuisisi perusahaan transportasi dan logistik, Travel Centers of America (TCA), kepada suaminya. Percakapan tersebut dilakukan melalui telepon dengan atasannya. Mendengar rencana akuisisi tersebut, Loudon langsung bertindak cepat.

Pada 27 Desember 2022, Loudon mulai membeli saham TCA. Selama tujuh minggu berikutnya, ia secara sistematis membeli lebih banyak saham, memanfaatkan informasi rahasia yang didapatnya. Ketika pengumuman akuisisi TCA oleh BP dipublikasikan pada 16 Februari 2023, harga saham TCA melonjak 70,8%. Loudon langsung menjual seluruh sahamnya, meraup keuntungan fantastis.
Namun, kecerobohan Loudon terbongkar. Pihak berwenang menyelidiki kasus ini setelah BP menerima permintaan informasi dari regulator terkait kesepakatan akuisisi tersebut. Istri Loudon, yang awalnya tidak mengetahui aksi suaminya, akhirnya mengetahui hal tersebut dan melaporkan kepada atasannya. Akibatnya, ia menerima sanksi berupa cuti administratif dan akhirnya di-PHK.
Pengacara Loudon, Peter Zeidenberg, mengakui kliennya telah membuat kesalahan besar. Loudon sendiri telah mengaku bersalah atas penipuan sekuritas dan mencapai kesepakatan dengan SEC. Ia pun menghadapi hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda US$ 250.000. Sebagai bagian dari kesepakatan, Loudon wajib menyerahkan seluruh keuntungannya sebesar US$ 1.763.522 kepada pemerintah AS. Sementara itu, pasangan ini kini tengah menjalani proses perceraian. BP sendiri menolak berkomentar terkait kasus ini. Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko dan konsekuensi dari insider trading.











Tinggalkan komentar