PTPN III Panen Cuan Laba Melesat Fantastis

PTPN III Panen Cuan Laba Melesat Fantastis

haluannews.id – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengukir kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp 6,39 triliun. Angka fantastis ini melambung tinggi hingga 81,3% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya, sebuah lompatan signifikan yang menarik perhatian.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026), mengungkapkan rasa syukurnya. "Kinerja kami di 2025 terbilang sangat baik. Hampir seluruh indikator keuangan menunjukkan perbaikan drastis jika dibandingkan dengan periode sebelumnya," ujarnya.

PTPN III Panen Cuan Laba Melesat Fantastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lonjakan performa ini, papar Denaldy, tak lepas dari meroketnya harga komoditas utama, khususnya minyak kelapa sawit (CPO), serta peningkatan produktivitas di berbagai lini usaha. Data kinerja 2025 menunjukkan, Holding Perkebunan Nusantara berhasil membukukan penjualan (sales) sebesar Rp 59,32 triliun, meningkat 109,5% dari tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA perusahaan mencapai Rp 15,37 triliun, tumbuh 24,2% secara tahunan. Sementara itu, total aset perusahaan menyentuh Rp 158,25 triliun, naik sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Total liabilitas tercatat Rp 77,42 triliun atau sekitar 102% dari periode sebelumnya, dengan total ekuitas yang menguat menjadi Rp 80,83 triliun, atau sekitar 108% secara tahunan.

Arus kas perusahaan juga menunjukkan tren positif. Net Operating Cash Flow (NOCF) tercatat Rp 13,65 triliun, melonjak 109% secara tahunan. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) terealisasi Rp 4,09 triliun, atau sekitar 72% dari target.

Faktor dominan pendorong laba adalah lonjakan harga jual CPO yang mencapai Rp 14.222 per kilogram, melampaui 121% dari target RKAP sebesar Rp 11.749 per kilogram. Tak hanya CPO, harga jual minyak inti sawit (PKO) juga terbang tinggi hingga Rp 25.071 per kilogram, atau 198% dari target RKAP, turut menopang pendapatan dan laba perusahaan. "Harga jual beberapa komoditas utama kami memang lebih baik dibandingkan dengan RKAP," imbuh Denaldy.

Komposisi penjualan Holding Perkebunan Nusantara didominasi oleh bisnis kelapa sawit dengan kontribusi 75,06%. Disusul oleh komoditas gula sebesar 13%, karet 7,10%, teh 1,41%, dan tanaman lainnya menyumbang 3,44% dari total pendapatan.

Selain pertumbuhan finansial, produktivitas dan volume produksi sejumlah komoditas utama juga meningkat. Pada kelapa sawit, produktivitas mencapai 4,80 ton per hektare, naik 104,43% dari 2024. Peningkatan ini mendorong produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 12,261 juta ton (103,90%) dan produksi CPO 2,692 juta ton (104%) secara tahunan.

Sektor tebu juga menunjukkan kenaikan produktivitas menjadi 67,29 ton per hektare (103,2%). Produksi tebu giling mencapai 14,295 juta ton (119,36%), sementara produksi gula naik menjadi 882,55 ribu ton (103,68%). "Produksi gula di 2025 ini pun kami bersyukur lebih tinggi 3,7% dibandingkan dengan produksi tahun 2024," kata Denaldy.

Untuk komoditas karet, produktivitas mencapai 1.077 kilogram per hektare, meningkat 104,65%. Namun, volume produksi karet kering tercatat 123,38 ribu ton, sedikit menurun sekitar 98,23% dari realisasi 2024. Demikian pula dengan teh, produktivitasnya naik menjadi 2.082 kilogram per hektare (108,87%), tetapi produksi teh kering tercatat 43,19 ribu ton, mengalami kontraksi sekitar 95,29% dari tahun sebelumnya.

Kopi mencatat peningkatan paling impresif dari sisi produktivitas, mencapai 350,44 kilogram per hektare, melonjak 114,91% secara tahunan. Produksi kopi kering juga naik signifikan menjadi 2,95 ribu ton, atau 118,41% dibandingkan realisasi tahun 2024.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar