Haluannews Ekonomi – Sinyal kuat penurunan suku bunga acuan The Fed menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia. Direktur Utama Trimegah Asset Management, Antony Dirga, menilai hal ini sebagai sentimen positif yang dapat mendorong penguatan. Meskipun ekonomi AS menunjukkan pelemahan dan inflasi masih tinggi, The Fed dihadapkan pada dilema kebijakan moneter.

Related Post
Pasar memprediksi penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) sebanyak dua kali, yakni pada September dan Desember 2025. Hal ini sejalan dengan potensi penurunan BI Rate oleh Bank Indonesia, yang juga masih memiliki ruang fiskal untuk stimulus. Penurunan suku bunga acuan ini diyakini akan menarik aliran modal asing (capital inflow) ke pasar obligasi Indonesia. Siklus pelonggaran moneter (easing cycle) diharapkan mampu menstabilkan capital outflow di pasar saham dan mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Analisis Antony Dirga dalam wawancara di program Power Lunch, Haluannews.id (Rabu, 27/08/2025) memberikan gambaran menarik tentang bagaimana pasar merespon kebijakan bank sentral saat ini dan dampaknya terhadap pergerakan pasar keuangan Indonesia. Pernyataan tersebut memberikan sentimen positif bagi investor yang melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pertanyaannya, seberapa besar dampaknya terhadap kinerja IHSG ke depannya?
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar