Haluannews Ekonomi – Jelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dan Nota Keuangan RAPBN 2026 pada 15 Agustus mendatang, pasar keuangan domestik dibuat penasaran. Kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah menjadi perhatian utama pelaku pasar, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Presiden Direktur Panin Asset Management, Ridwan Soetedja, mengungkapkan harapannya agar pemerintah tetap fokus pada target pertumbuhan ekonomi 8%, salah satunya melalui dorongan investasi yang masif.

Related Post
Tahun 2025 sendiri dinilai masih optimistis oleh para Manajer Investasi (MI) seiring dengan proyeksi penurunan suku bunga acuan yang berkelanjutan. Kondisi ini diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi di pasar saham dan obligasi, ditopang oleh imbal hasil yang menjanjikan dan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat.

Potensi penurunan suku bunga menjadi sorotan utama. Bagaimana peluang pasar keuangan Indonesia dalam skenario ini? Dan bagaimana strategi investasi MI menghadapi kondisi tersebut? Haluannews.id mewawancarai Ridwan Soetedja dalam program Squawk Box pada Rabu (13/08/2025) untuk mengupas tuntas peluang dan tantangan investasi di tengah dinamika ekonomi terkini. Wawancara tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sentimen pasar dan arah investasi yang potensial di masa mendatang. Para investor perlu mencermati arah kebijakan pemerintah dan pergerakan suku bunga untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar