Haluannews Ekonomi – Perusahaan Singapura, POH Group, resmi menguasai 35,85% saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) setelah mengakuisisi 413.345.631 lembar saham pada 17 September 2025. Transaksi dilakukan saat harga saham NINE berada di level Rp 12,23 per saham, menjadikan POH pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan 773.352.631 lembar saham. Kenaikan signifikan ini dari kepemilikan sebelumnya sebesar 16,69%.

Related Post
Informasi yang dihimpun Haluannews.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, kesepakatan awal akuisisi 70% saham mengalami revisi menjadi 35% melalui perjanjian jual-beli bersyarat (CSPA) 22 Juli 2025. Hal ini diakibatkan dinamika negosiasi dengan Heddy Kandou, pemegang saham pengendali sebelumnya. Meskipun demikian, Techno9 memastikan POH Group akan menjadi pengendali baru perusahaan.

Amandemen ketiga CSPA masih dalam tahap pembahasan, sementara Mandatory Tender Offer (MTO) ditargetkan rampung pada kuartal III atau IV 2025. Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I ditunda hingga kuartal I 2026, bergeser dari rencana awal di kuartal III 2025. Menariknya, harga transaksi akuisisi tetap Rp 19 per saham sesuai kesepakatan awal, meskipun kondisi pasar mengalami perubahan.
Per 31 Agustus 2025, Heddy Kandou masih tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 23,3% (502.660.263 saham), turun dari 27,94% (602.660.263 saham) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, POH Holdings Pte Ltd sebelumnya menggenggam 16,69% saham (360.007.000 saham), angka yang tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sebelumnya, POH Group berencana mengakuisisi 70% saham NINE dengan nilai Rp 3,3 triliun atau setara US$ 200 juta.
Perubahan signifikan kepemilikan saham NINE ini tentunya akan memicu dinamika baru di pasar modal Indonesia dan menarik perhatian investor. Langkah selanjutnya POH Group dalam mengelola NINE akan menjadi sorotan utama ke depannya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar