haluannews.id – Prospek cerah menyelimuti industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia. Direktur Utama PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), Yunita Sugiarto, mengungkapkan keyakinannya terhadap sektor ini, didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap solid. Namun, di balik optimisme tersebut, ada dinamika menarik yang terjadi di segmen Food & Beverage (F&B), pelanggan utama BOBA.

Related Post
BOBA mencatat adanya pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen di industri F&B. Para pelaku usaha kuliner dan minuman kini semakin peka terhadap fluktuasi harga bahan baku. Fenomena ini mendorong mereka untuk beralih mencari produk dengan daya saing harga yang lebih tinggi. Bagi BOBA, produsen sekaligus distributor bahan makanan dan minuman seperti boba, jeli, dan sirup, kondisi ini justru menjadi celah emas untuk memperluas pangsa pasar.

Menanggapi tantangan tersebut, BOBA tidak tinggal diam. Perusahaan kini aktif menyasar segmen industri F&B yang sebelumnya sangat bergantung pada produk impor. Dengan menawarkan pasokan bahan baku lokal yang kompetitif, BOBA memberikan solusi bagi para pengusaha F&B untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas. Langkah strategis ini diharapkan mampu membantu industri F&B tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat.
Strategi BOBA menjadi krusial di tengah gejolak ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, lonjakan biaya produksi, serta beban logistik yang terus meningkat. Kemampuan BOBA menyediakan alternatif bahan baku lokal yang lebih efisien menjadi angin segar bagi banyak pelaku usaha.
Wawancara mendalam dengan Yunita Sugiarto, Direktur Utama PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), telah tersaji dalam program Closing Bell haluannews.id pada Jumat, 21 September 2026, membahas lebih lanjut bagaimana BOBA menghadapi badai ekonomi dengan inovasi dan strategi bisnis yang adaptif.










Tinggalkan komentar