Haluannews Ekonomi – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membidik lonjakan kinerja signifikan pada tahun 2026, menargetkan produksi listrik mencapai 5.255 Giga Watt-hour (GWh) dengan proyeksi pendapatan fantastis hingga USD 455 juta. Ambisi ini didukung oleh alokasi belanja modal jumbo dan strategi pengembangan proyek turunan panas bumi yang inovatif.

Related Post
Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Yurizki Rio, mengungkapkan bahwa perseroan telah menyiapkan alokasi belanja modal (Capex) sebesar USD 209 juta untuk tahun 2026. Dari jumlah tersebut, USD 158 juta akan difokuskan untuk pengembangan proyek-proyek strategis, sementara USD 51 juta sisanya dialokasikan untuk menjaga keandalan operasional fasilitas yang sudah ada. Rio menjelaskan, strategi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan sumber pendapatan perusahaan, tetapi juga untuk memantik gairah investasi di sektor energi panas bumi yang berkelanjutan.

Fokus utama pengembangan proyek turunan panas bumi PGEO mencakup tiga area krusial: Green Hydrogen, Green Amonia, dan Green Center. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka aliran pendapatan baru dan memperkuat posisi PGEO sebagai pemain kunci dalam transisi energi hijau di Indonesia.
Pada tahun 2026, PGEO menargetkan pertumbuhan output listrik sebesar 3,15%, meningkat dari 5.085 GWh menjadi 5.255 GWh. Peningkatan produksi ini diproyeksikan akan menghasilkan pendapatan antara USD 445 juta hingga USD 455 juta, serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar USD 340 juta hingga USD 350 juta. Kenaikan target ini didorong oleh proyeksi peningkatan permintaan listrik dari PT PLN (Persero), sebagai pelanggan utama PGEO.
Rincian mengenai target dan strategi bisnis PGEO di tahun 2026 ini disampaikan oleh Yurizki Rio dalam dialog eksklusif bersama Syarifah Rahma di program Squawk Box, Haluannews.id, pada Kamis, 16 April 2026.
Dengan visi yang jelas dan alokasi modal yang terencana, PGEO menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan energi panas bumi dan turunannya, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional dan pencapaian target emisi nol bersih.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar