haluannews.id – PT Pertamina Persero terus didorong untuk mempercepat perampingan struktur perusahaannya. Badan Pengaturan BUMN bersama Danantara Indonesia mendesak raksasa energi nasional ini agar segera mewujudkan entitas bisnis yang lebih ramping, efisien, dan adaptif. Desakan ini mengemuka dalam pertemuan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026), di mana Pertamina memaparkan perkembangan restrukturisasi anak-anak usahanya.

Related Post
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina merinci rencana besar untuk mengonsolidasikan sektor hulu ke dalam satu entitas tunggal. Langkah strategis ini diharapkan dapat memangkas jalur birokrasi yang panjang, sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan bisnis di seluruh lini Pertamina.

Program perampingan ini telah digulirkan sejak awal tahun 2026, dengan 27 perusahaan berhasil disederhanakan pada tahap awal. Hingga akhir kuartal kedua 2026, total entitas yang telah dirampingkan mencapai 31 perusahaan. Dari sasaran keseluruhan 118 perusahaan, Pertamina bertekad menggenjot proses ini pada kuartal ketiga, menargetkan 48 perusahaan rampung direstrukturisasi hingga September 2026.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat COO Danantara Indonesia, Donny Oskaria, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar penyederhanaan struktur. Lebih dari itu, fokusnya adalah memperkokoh tata kelola perusahaan sekaligus membentuk etos kerja yang lebih profesional. "Proses streamlining dan transformasi perusahaan-perusahaan di BUMN ini memang kita lakukan secara fundamental dan terencana," ujar Donny Oskaria, seperti dikutip dari akun Instagram resmi BUMN, Jumat (11/8/2026).
Donny menambahkan, proses ini harus diselesaikan dengan cepat dan menyeluruh agar BUMN dapat lebih fokus pada bisnis intinya. Ia juga menyoroti tingginya ekspektasi pemerintah terhadap program transformasi BUMN yang sedang berjalan. "Ekspektasi dari pemerintah terhadap kita begitu tinggi, kamu ikut dalam transformasi ini atau kamu tidak ikut dalam transformasi ini," tegasnya.
Secara terpisah, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa program perampingan menjadi salah satu fokus utama strategis Pertamina. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat konsentrasi pada bisnis inti, membangun keunggulan kompetitif, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.
Melalui serangkaian aksi korporasi seperti merger, divestasi bisnis non-inti, serta likuidasi entitas yang tidak aktif (dormant) khususnya di sektor hulu migas, Pertamina menata ulang dan merampingkan struktur grup. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kualitas tata kelola. "Walaupun entitas hulu migas yang dormant ini selama ini tidak ada pengeluaran, baik untuk operasional maupun gaji direksi atau komisaris, namun tetap kami likuidasi sebagai bagian dari upaya merapikan struktur Pertamina Group," kata Agung, dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).
Agung juga menambahkan, capaian program perampingan pada Semester I 2026 terbukti mampu memperkuat rantai pasok energi nasional, meningkatkan efisiensi, sekaligus resiliensi bisnis. Pencapaian ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026 mengenai percepatan program penataan BUMN dan/atau anak usaha BUMN.










Tinggalkan komentar