Haluannews Ekonomi – Industri asuransi umum di Indonesia tengah menghadapi gelombang tantangan signifikan akibat gejolak geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang terus memanas. Namun, di tengah badai tersebut, muncul secercah harapan dari segmen asuransi kendaraan listrik (EV) yang justru menunjukkan pertumbuhan pesat. Hal ini diungkapkan oleh Wayan Pariama, President Director MPMInsurance (PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika), dalam dialog eksklusif bersama Haluannews.id.

Related Post
Pariama menjelaskan bahwa dampak perang di Timur Tengah sangat terasa pada beberapa lini bisnis MPMInsurance, yang memang berfokus pada perlindungan dan kerugian aset. Sektor-seektor yang paling merasakan imbasnya antara lain asuransi pengangkutan/kargo, asuransi pelayaran/marine hull, hingga asuransi kendaraan (mobil/motor) dan asuransi perjalanan. "Saat ini, kami melihat adanya kenaikan premi risiko perang, khususnya untuk pelayaran yang melintasi wilayah konflik," ujarnya. Ia menambahkan, jika konflik berlarut-larut, bukan hanya minat terhadap asuransi yang berpotensi menurun, tetapi juga klaim yang cenderung meningkat, menciptakan tekanan ganda bagi perusahaan asuransi.

Namun, di tengah tekanan tersebut, Wayan Pariama menyoroti fenomena menarik dari asuransi kendaraan listrik. Berbeda dengan asuransi konvensional berbahan bakar bensin (Internal Combustion Engine/ICE) yang sedang mengalami perlambatan, permintaan asuransi untuk kendaraan listrik justru melonjak. "Segmen kendaraan listrik ini menjadi penopang penting, membantu menstabilkan penjualan asuransi kendaraan secara keseluruhan di tengah tantangan yang ada," jelas Pariama, menunjukkan adaptasi pasar terhadap tren mobilitas hijau yang semakin diminati konsumen.
Selain dampak geopolitik, Wayan Pariama juga menggarisbawahi sejumlah tantangan fundamental lain yang masih membayangi industri asuransi umum di Tanah Air. Rendahnya penetrasi pasar masih menjadi pekerjaan rumah utama. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya masif dalam meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya asuransi, serta kemudahan transaksi melalui pemanfaatan teknologi digital. "Edukasi dan inovasi teknologi adalah kunci untuk membuka potensi pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan publik," pungkasnya.
Dialog mendalam bersama Wayan Pariama ini disiarkan dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Jumat, 17 April 2026, memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika industri asuransi di tengah ketidakpastian global dan peluang di era transisi energi.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar