haluannews.id – Sebuah terobosan signifikan hadir bagi jutaan pekerja di Indonesia. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI bersama BPJS Ketenagakerjaan kini resmi berkolaborasi, membuka gerbang pembiayaan perumahan syariah yang inklusif dan kompetitif. Kemitraan strategis ini memungkinkan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan untuk meraih impian memiliki hunian layak dengan skema BSI Griya yang menawarkan angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan serta tenor fleksibel hingga tiga dekade.

Related Post
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen BSI dalam mendukung agenda pemerintah menuntaskan persoalan kekurangan rumah nasional sekaligus memacu geliat ekonomi. Sektor properti, menurut Anggoro, memiliki dampak berantai yang masif terhadap berbagai industri penunjang di Tanah Air. "Melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi konkret bagi para pekerja untuk memiliki rumah idaman berlandaskan prinsip syariah yang adil," ujarnya saat penandatanganan PKS Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI di Grha BP Jamsostek pada Jumat 10 Juli 2026.

Anggoro menambahkan, inovasi BSI Griya dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan generasi muda yang kini mendominasi portofolio pembiayaan rumah BSI. Dengan prinsip syariah, stabilitas angsuran pembiayaan menjadi jaminan, memudahkan pekerja dalam merencanakan keuangan keluarga secara lebih terukur dan minim risiko fluktuasi.
Komitmen BSI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan tercermin dari kinerja bisnisnya yang impresif. Hingga Mei 2026, portofolio BSI Griya telah menembus angka Rp60,80 triliun, menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten. Secara keseluruhan, fondasi keuangan BSI hingga periode yang sama berada dalam kondisi prima. Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp3,39 triliun, melonjak 16,73% secara tahunan. Akselerasi ini didorong oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp335 triliun, tumbuh 14,60% year on year, dengan segmen konsumer sebagai motor penggerak utama. Di tengah ekspansi masif ini, BSI tetap menjaga kualitas aset yang sehat, terbukti dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang membaik ke level 1,80% per Mei 2026, turun dari 1,88% pada periode serupa tahun sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyambut baik kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Menurutnya, ini akan semakin memperluas jangkauan dan menambah opsi pembiayaan perumahan dengan skema syariah bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saiful menjelaskan, kemitraan ini diharapkan mempermudah akses kepemilikan rumah sebagai aset jangka panjang dan bekal penting untuk masa depan yang lebih sejahtera. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar ini, pekerja diharapkan dapat beraktivitas lebih tenang, produktif, serta membangun masa depan keluarga yang lebih cerah.
"Kolaborasi ini akan terus kami dorong untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya pada MLT perumahan, tetapi juga untuk memberdayakan para penerima manfaat atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Saiful, mengisyaratkan potensi perluasan kerja sama di masa mendatang.










Tinggalkan komentar