Pegadaian Panen Laba Rp 4,38 T: Emas Jadi Kunci ‘MengEMASkan’ Indonesia!

Pegadaian Panen Laba Rp 4,38 T: Emas Jadi Kunci 'MengEMASkan' Indonesia!

Haluannews Ekonomi – PT Pegadaian, sebagai salah satu institusi keuangan non-bank terkemuka di Indonesia, kembali menunjukkan performa finansial yang luar biasa. Hingga akhir April 2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,38 Triliun, melonjak tajam 87,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 2,34 Triliun. Kinerja impresif ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pilar ekonomi yang kokoh, didorong oleh strategi bisnis adaptif dan ekspansi agresif di ekosistem emas.

COLLABMEDIANET

Akselerasi pertumbuhan ini juga tercermin dari total aset perusahaan yang kini mencapai Rp 183,8 Triliun, meningkat signifikan 56% dari Rp 117,8 Triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan aset ini tidak lepas dari keberhasilan Pegadaian dalam meningkatkan Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat 58,8% menjadi Rp 153,6 Triliun, dari sebelumnya Rp 96,7 Triliun. Angka-angka ini membuktikan daya serap pasar yang tinggi terhadap produk-produk Pegadaian.

Pegadaian Panen Laba Rp 4,38 T: Emas Jadi Kunci 'MengEMASkan' Indonesia!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tak hanya pertumbuhan, kualitas portofolio pembiayaan Pegadaian juga semakin sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan secara drastis dari 0,82% pada April 2025 menjadi 0,51% pada periode yang sama tahun 2026. Penurunan NPL ini mengindikasikan manajemen risiko yang semakin prudent dan efektif. Konsistensi dalam pengelolaan portofolio juga berbuah manis pada peningkatan rasio profitabilitas. Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49%, sementara Return on Equity (ROE) mencapai angka 29,72%, menunjukkan efisiensi dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset dan modal yang dimiliki.

Efisiensi operasional juga menjadi sorotan. Manajemen Pegadaian sukses mengoptimalkan biaya, yang tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni 59,71%. Angka ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan terhadap efisiensi dan produktivitas.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas pencapaian ini, yang bertepatan dengan usia Pegadaian yang genap 125 tahun. "Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa loyalitas dan kepercayaan besar dari nasabah. Kami berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga buah dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian," ujar Damar dalam keterangan tertulis yang diterima Haluannews.id, Selasa (26/5/2026).

Memasuki usia baru, Damar menegaskan komitmen Pegadaian untuk terus bertransformasi, mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan riil masyarakat. "Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian," terangnya.

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian telah mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin ini tertuang dalam surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Dengan legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Selain fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia," pungkas Damar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar