haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada sesi perdagangan pertama Kamis (27/8/2026), berhasil bangkit dari keterpurukan dan mencatatkan kenaikan signifikan. Setelah sempat dibuka melemah dan bergerak fluktuatif di awal, indeks acuan bursa Tanah Air ini melesat 44,59 poin atau setara 0,70%, mengakhiri sesi di level 6.450,28. Pencapaian ini sekaligus membawa IHSG kembali menembus batas psikologis 6.400, setelah sehari sebelumnya, Rabu (26/8/2026), ditutup anjlok 1,48% di posisi 6.405,69.

Related Post
Perjalanan IHSG di sesi pagi ini cukup dinamis. Dibuka pada level 6.390,35, lebih rendah dari penutupan sebelumnya, indeks kemudian bergerak dalam rentang 6.376,65 hingga puncaknya di 6.456,75. Hingga penutupan sesi I, sentimen positif mendominasi dengan 484 saham berhasil menguat, sementara hanya 158 saham yang terkoreksi, dan 321 saham lainnya tetap stagnan. Total transaksi perdagangan mencapai 17,47 miliar lembar saham senilai sekitar Rp6,37 triliun, dengan frekuensi mencapai 1,05 juta kali.

Kekuatan IHSG tercermin dari performa seluruh sektor saham yang kompak berada di zona hijau. Sektor kesehatan menjadi primadona dengan lonjakan tertinggi mencapai 2,34%. Disusul ketat oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 1,87%, sektor properti dengan kenaikan 1,50%, industri 1,28%, energi 1,17%, serta barang baku 1,10%. Sektor utilitas juga tak ketinggalan dengan penguatan 1,08%, teknologi 1,01%, dan akademik serta jasa pendidikan 0,83%. Bahkan sektor barang konsumen primer dan keuangan, yang biasanya lebih stabil, turut menyumbang penguatan masing-masing 0,75% dan 0,18%.
Beberapa saham berkapitalisasi besar turut menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin dengan kontribusi impresif sebesar 4,75 poin indeks. Diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menyumbang 3,65 poin, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) dengan 3,15 poin. Saham-saham lain seperti Bank Central Asia (BBCA) juga memberikan dorongan signifikan sebesar 2,35 poin, serta Barito Renewables Energy (BREN) dengan 1,24 poin.
Namun, di tengah euforia kenaikan, beberapa saham justru menjadi penekan laju IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat memberikan tekanan terbesar dengan kontribusi negatif 3,11 poin indeks. Selain itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 1,74 poin, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memangkas 1,49 poin dari indeks.
Tren positif di pasar saham Indonesia ini sejalan dengan pergerakan sebagian bursa utama di Asia. Bursa KOSPI Korea Selatan melonjak 1,49%, Shenzhen naik 1,19%, Shanghai menguat 0,60%, SETI Thailand bertambah 0,54%, dan Taiwan mengukir kenaikan 0,52%. Kendati demikian, tidak semua pasar regional senada. Nikkei Jepang terpantau melemah tipis 0,05%, Nifty 50 India terkoreksi 0,09%, dan Hang Seng Hong Kong juga merosot 0,42%.










Tinggalkan komentar