haluannews.id – Pasar saham Indonesia menunjukkan performa positif pada sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,70%, memberikan sinyal optimisme di tengah dinamika pasar. Namun di balik kenaikan tersebut, investor asing justru terpantau melakukan aksi jual bersih yang cukup signifikan, menciptakan narasi menarik di lantai bursa.

Related Post
Berdasarkan data yang dihimpun tim haluannews.id, total nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp1,67 triliun. Angka ini kalah jauh dibandingkan total penjualan yang menyentuh Rp1,94 triliun. Alhasil, asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp264,31 miliar di seluruh segmen pasar hingga penutupan sesi I.

Beberapa emiten raksasa menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh investor mancanegara. PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI memimpin daftar dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp145,98 miliar. Menyusul di belakangnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO juga gencar dilego asing dengan net sell Rp127,57 miliar.
Tidak hanya itu, saham PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM turut mencatatkan aksi jual bersih asing senilai Rp67,21 miliar. Disusul oleh PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BBNI dengan Rp24,94 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA yang juga dilepas asing sebesar Rp24,87 miliar.
Di sisi lain, tidak semua saham ditinggalkan. Sejumlah emiten justru menjadi magnet kuat bagi investor asing, mencatatkan akumulasi pembelian yang substansial. PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS menjadi primadona dengan pembelian bersih asing terbesar, mencapai Rp28,42 miliar.
Kemudian, PT Timah Persero Tbk TINS menyusul dengan net buy Rp21,18 miliar, menunjukkan kepercayaan investor pada sektor pertambangan. Selanjutnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP dikoleksi asing senilai Rp11,42 miliar, diikuti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk INET dengan Rp11,37 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk PSAB yang mencatatkan net buy Rp10,56 miliar. Pergerakan ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus investasi asing di tengah volatilitas pasar.










Tinggalkan komentar