Haluannews Ekonomi – Jakarta – Sesi perdagangan Jumat (10/04/2026) menyuguhkan pemandangan kontras yang memicu tanda tanya besar di pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat tajam, menguat 2,02% dan parkir di level 7.455 pada penutupan sesi I. Namun, euforia di bursa saham tidak diikuti oleh pasar mata uang, di mana nilai tukar Rupiah justru terperosok, melemah hingga menyentuh Rp 17.105 per Dolar Amerika Serikat.

Related Post
Dinamika yang berlawanan arah antara pasar saham dan mata uang ini sontak memicu spekulasi dan pertanyaan di kalangan investor serta pengamat ekonomi. Bagaimana mungkin IHSG bisa terbang tinggi sementara Rupiah justru terkapar? Fenomena ini mengindikasikan adanya faktor-faktor pendorong yang berbeda atau bahkan saling bertolak belakang yang sedang bekerja di balik layar pergerakan pasar Indonesia.

Untuk mengupas tuntas misteri di balik gejolak pasar modal Indonesia ini, tim Haluannews.id menghadirkan ulasan mendalam. Syarifah Rahma bersama Equity Analyst Haluannews.id, Gelson Kurniawan, akan membedah secara komprehensif dalam program Power Lunch Haluannews.id yang tayang pada Jumat (10/04/2026). Mereka akan menganalisis sentimen pasar, faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi, serta potensi dampak dari berbagai isu global dan domestik yang mungkin menjadi pemicu kinerja IHSG dan Rupiah yang berlawanan arah tersebut.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar