haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG kembali membuat investor menahan napas pada perdagangan Selasa 30 Juni 2026. Setelah mengawali hari dengan tren koreksi yang berlanjut dari pekan sebelumnya IHSG langsung terjun bebas hanya beberapa menit setelah bel pembukaan berbunyi. Pasar modal Indonesia mendadak dilanda gelombang aksi jual masif yang membuat indeks anjlok lebih dari 3 persen hingga menyentuh level psikologis 5.638.

Related Post
Situasi di lantai bursa sangat mencemaskan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,64 triliun dengan volume perdagangan 6,86 miliar saham dalam 475 ribu kali transaksi. Namun data tersebut diwarnai dominasi saham yang melemah secara signifikan. Hanya 67 saham yang berhasil menguat sementara 555 saham ambruk dan 97 saham lainnya bergerak stagnan. Gambaran ini menunjukkan tekanan jual yang merata dan kuat di seluruh pasar.

Raksasa-raksasa pasar modal tak luput dari hantaman keras. Saham-saham berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi penopang utama justru menjadi pemberat indeks. Emiten dengan nilai transaksi terbesar seperti BBCA BBRI BMRI DSSA dan MAPI kompak tertekan. Tak ada satu pun sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Mulai dari saham-saham blue chip grup konglomerasi perbankan BUMN hingga sektor pertambangan seperti timah dan emas semuanya terjerembab ke zona merah. Bahkan saham-saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu juga tak luput dari pelemahan.
Perdagangan hari ini menandai penutupan semester I-2026 bagi pasar keuangan domestik. Pelaku pasar kini menaruh harapan besar agar kondisi pasar saham dapat berangsur pulih memasuki semester II didukung oleh membaiknya sentimen global maupun domestik.
Dari kancah internasional meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pelemahan indeks dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi rupiah dan IHSG. Namun kewaspadaan tetap tinggi terhadap rilis data lowongan pekerjaan AS atau JOLTs. Jika data tersebut menunjukkan kekuatan di atas perkiraan kekhawatiran akan sikap hawkish Federal Reserve kembali mencuat yang bisa berdampak negatif pada pasar global.
Di dalam negeri pemerintah dan DPR RI tengah berkoordinasi intensif di bidang ekonomi. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kebijakan fiskal dan moneter sebagai respons terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global yang penuh tantangan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan fokus pertemuan adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus merumuskan langkah mitigasi terhadap berbagai tantangan yang muncul belakangan ini.
Kontras dengan kondisi pasar domestik bursa saham Asia-Pasifik justru mayoritas dibuka menguat mengikuti reli Wall Street pada sesi sebelumnya. Optimisme investor global didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di Wall Street indeks S&P 500 naik 1,18 persen Nasdaq Composite melesat 2,07 persen sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,59 persen dan ditutup di atas level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.







Tinggalkan komentar