Haluannews Ekonomi – Jakarta – Sebuah manuver korporasi signifikan telah mengguncang lanskap industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), yang beroperasi di bawah bendera Erajaya Active Lifestyle, secara resmi mengalihkan mayoritas kepemilikan saham entitas manufaktur kendaraan listriknya, PT Era Industri Otomotif (EIDO), kepada XPENG International Holding (Hong Kong) Limited. Transaksi strategis ini, yang efektif berlaku sejak 13 Mei 2026, menandai babak baru dalam kolaborasi kedua perusahaan.

Related Post
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 18 Mei 2026, manajemen ERAL merinci bahwa pengalihan saham tersebut melibatkan 154.072 lembar saham EIDO, yang merepresentasikan 90,1% dari total kepemilikan. Sebelum transaksi ini, ERAL memegang kendali penuh atas EIDO dengan porsi 99,99%. Namun, setelah akuisisi oleh XPENG, kepemilikan ERAL di EIDO kini menyusut menjadi 9,9%, menjadikan XPENG sebagai pemegang saham mayoritas. Sebagai catatan, sebelum pengalihan ke XPENG, satu lembar saham milik Komisaris Utama Perseroan, Budiarto Halim, terlebih dahulu dialihkan kepada ERAL.

Manajemen ERAL menegaskan bahwa perubahan struktur kepemilikan ini secara spesifik hanya berdampak pada level manufaktur melalui EIDO, yang berfokus pada aktivitas perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Meskipun terjadi pergeseran kepemilikan yang substansial, Perseroan memastikan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan terhadap operasional harian maupun kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan adanya pemisahan yang jelas antara fungsi produksi dan fungsi distribusi serta penjualan.
Faktanya, aktivitas distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual untuk kendaraan XPENG di pasar domestik akan tetap berada di bawah kendali penuh Perseroan. Tugas-tugas krusial ini akan terus dijalankan oleh entitas anak ERAL lainnya, yakni PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO). Dengan demikian, keberlanjutan bisnis dan komitmen layanan kepada konsumen XPENG di Indonesia dipastikan tidak terganggu, dan operasional bisnis ERAL tetap berjalan normal seperti biasa, demikian pernyataan manajemen melalui Haluannews.id.
ERAL memandang langkah strategis ini sebagai bagian integral dari upaya penguatan kolaborasi jangka panjang dengan XPENG. Akuisisi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang lebih kokoh dan berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong adopsi EV. Dengan XPENG mengambil alih kendali manufaktur, ERAL dapat lebih fokus pada strategi pasar, ekspansi jaringan, dan inovasi layanan, sementara XPENG dapat mengintegrasikan teknologi dan standar produksinya secara lebih langsung, berpotensi mempercepat efisiensi dan inovasi di lini produksi lokal.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar