BEI Soroti Saham Terkonsentrasi: Emiten Konglomerat Dipanggil!

BEI Soroti Saham Terkonsentrasi: Emiten Konglomerat Dipanggil!

Haluannews Ekonomi – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif menindaklanjuti daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi, atau yang dikenal sebagai High Shareholder Concentration List (HSC). Regulator pasar modal ini mengonfirmasi telah menerima dan melayani serangkaian audiensi dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut, menandakan langkah proaktif dalam menjaga integritas pasar.

COLLABMEDIANET

Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, mengungkapkan hal ini kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Ia menjelaskan, pihaknya telah melayani sejumlah permohonan diskusi dari emiten-emiten tersebut. "Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan, semuanya kami layani dengan baik," kata Jeffrey, menekankan keterbukaan bursa.

BEI Soroti Saham Terkonsentrasi: Emiten Konglomerat Dipanggil!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun enggan mengonfirmasi apakah emiten yang beraudiensi merupakan perusahaan milik konglomerat besar, Jeffrey memastikan bahwa setidaknya 1-2 emiten telah mendatangi bursa, sementara jadwal pertemuan dengan perusahaan lain masih terus diatur. Ia menambahkan, BEI sangat terbuka bagi emiten yang masuk daftar HSC untuk melaporkan segala upaya penyesuaian yang telah dilakukan terkait komposisi pemegang saham mereka.

Selain itu, Jeffrey juga menyoroti progres positif dari beberapa emiten yang telah melaporkan langkah-langkah untuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) sesuai ketentuan, yang menetapkan batas maksimal 15%. Diskusi intensif juga telah dilakukan dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) terkait implementasi aturan ini. "Sampai saat ini kami sudah melihat ada upaya-upaya positif yang dilakukan oleh beberapa emiten untuk menambah atau meningkatkan free float-nya dan progresnya bagus," imbuhnya, menunjukkan optimisme terhadap kepatuhan pasar.

Sebagai informasi, beberapa saham yang masuk dalam daftar HSC per data BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 April 2026 mencakup nama-nama besar. Di antaranya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), entitas milik konglomerat Prajogo Pangestu, dengan konsentrasi saham mencapai 97,31%, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Sinar Mas Grup, yang memiliki konsentrasi 95,76%.

Selain kedua emiten tersebut, daftar HSC juga memuat sejumlah perusahaan lain. Yakni, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan konsentrasi 95,35%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang mencatat angka tertinggi 99,85%, dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%.

Tak ketinggalan, ada PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan 99,77%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 98,35%, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 97,75%, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 95,82%, serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan tingkat konsentrasi 95,47%.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar