Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merancang serangkaian program strategis ambisius untuk pasar modal sepanjang tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan utama untuk mengokohkan kepercayaan investor, meningkatkan mutu perusahaan tercatat, serta memperdalam struktur pasar keuangan nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam pembukaan hari pertama pasar modal 2026 pada Jumat (2/12/2026), menegaskan komitmen OJK bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan kebijakan kunci demi pertumbuhan pasar modal Indonesia yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing global. "Pada tahun 2026 ini, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategis untuk penguatan pasar modal," ujar Mahendra, seperti dikutip dari Haluannews.id.

Related Post
Program strategis pertama OJK difokuskan pada peningkatan kualitas perusahaan yang tercatat di bursa. Langkah-langkah yang akan diambil meliputi penyempurnaan kebijakan free float, termasuk penerapan konsep continuous free float. Selain itu, OJK juga akan memperkuat kebijakan terkait ultimate beneficial owner (UBO) serta merumuskan exit policy yang lebih jelas dan terukur. Mahendra Siregar menekankan bahwa peningkatan transparansi mengenai pengendali perusahaan sangat vital untuk membatasi transaksi yang tidak wajar dan menjaga keyakinan investor, terutama di tengah penantian metodologi perhitungan free float yang lebih komprehensif dari MSCI. "Transparansi ultimate beneficial owner diperlukan untuk membatasi transaksi yang tidak wajar dan mengurangi keraguan investor," tegasnya.

Strategi kedua adalah memperluas basis investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan struktur pasar yang kian matang, OJK berencana untuk lebih agresif dalam mendorong partisipasi investor. Namun, di saat yang sama, perlindungan investor ritel tetap menjadi prioritas utama. Ini akan diwujudkan melalui penguatan market conduct serta pengawasan ketat terhadap financial influencer (finfluencer) yang perannya semakin signifikan dalam membentuk persepsi pasar.
OJK juga menargetkan adopsi reformasi tata kelola perusahaan dengan belajar dari pengalaman negara-negara yang sukses menciptakan growth story berkelanjutan bagi emiten di pasar modal mereka. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan emiten, tidak hanya dari sisi valuasi, tetapi juga fundamental dan tata kelola. Terakhir, OJK akan memperkuat manajemen risiko dan tata kelola teknologi informasi, termasuk melalui penerapan sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi pelanggaran berat.
Dengan implementasi rangkaian program strategis ini, OJK optimistis pasar modal Indonesia dapat tumbuh menjadi lebih kredibel, inklusif, dan resilien. Hal ini diharapkan mampu menjadikannya magnet kuat bagi investor global di tengah dinamika pasar keuangan dunia yang terus berubah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar