OJK Siapkan Jurus! Dana Bank Triliunan Arahkan ke Proyek Negara

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merancang terobosan regulasi yang berpotensi mengarahkan aliran dana perbankan nasional menuju program-program prioritas pemerintah. Langkah ini mendapat tanggapan positif dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang menekankan pentingnya peran lembaga jasa keuangan (LJK) dalam mendukung pembangunan ekonomi, di luar dukungan fiskal yang telah memadai.

COLLABMEDIANET

Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) ini akan menyesuaikan ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan tujuan mengarahkan penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi target utama dari inisiatif ini.

OJK Siapkan Jurus! Dana Bank Triliunan Arahkan ke Proyek Negara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Purbaya Yudhi Sadewa, yang ditemui Haluannews.id pada Jumat (10/4/2026), mengungkapkan bahwa dukungan fiskal pemerintah sejatinya telah memadai untuk berbagai program prioritas. Namun, ia melihat adanya potensi besar dari perbankan yang selama ini cenderung menempatkan dananya di bank sentral ketimbang mengalirkannya ke sektor riil.

"Sudah cukup semua dari pemerintah, tapi kan masih nanti ada program-program pembangunan yang lain di mana mungkin selama ini bank-bank malas, sukanya taruh di bank sentral uangnya. Mungkin didorong ke arah sana, ke sektor riil dan pembangunan," jelas Purbaya, menyoroti perlunya dorongan agar dana perbankan lebih produktif.

Menurut Purbaya, inisiatif OJK ini akan sangat positif jika diimplementasikan dengan baik. Meski demikian, ia menyatakan perlu meninjau secara komprehensif isi peraturan tersebut setelah resmi diterbitkan. "Itu kalau dikerjakan mestinya bagus, tapi saya belum lihat seperti apa peraturannya, nanti saya asses dulu peraturannya seperti apa baru saya bisa kasih komentar yang bagus," tambahnya.

Ia juga menegaskan esensi pentingnya fungsi intermediasi perbankan. "Yang penting adalah setiap upaya untuk memastikan bank melakukan fungsi intermediasinya yaitu memberi pinjaman, itu bagus buat ekonomi," tukas Purbaya, menggarisbawahi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Friderica Widyasari Dewi, atau akrab disapa Kiki, dalam pernyataannya di Menara Bank Mega pada Selasa (7/4/2026), menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendongkrak kredit/pembiayaan industri perbankan secara keseluruhan.

Kiki menekankan bahwa penyaluran pembiayaan ke sektor prioritas ini tidak bersifat wajib. Keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing bank, disesuaikan dengan manajemen risiko dan risk appetite mereka. "Nggak wajib, tapi kita dorong untuk itu. Kan semuanya harus sesuai dengan manajemen risiko dan risk appetite dari mereka (bank). Tapi intinya bagaimana OJK sekarang kita mendorong sektor jasa keuangan OJK itu kan bagaimana kita menjaga stabilitas sistem keuangan," pungkas Kiki.

Dengan adanya RPOJK ini, OJK berharap perbankan dapat lebih proaktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional, mengubah pola penempatan dana menjadi lebih produktif di sektor riil, dan pada akhirnya mendorong roda perekonomian Indonesia bergerak lebih cepat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar