haluannews.id – Konglomerat investasi raksasa SoftBank Group, yang dikenal sebagai pemegang saham utama di perusahaan teknologi besar seperti Grab dan GoTo, mengalami goncangan hebat di pasar saham. Harga sahamnya anjlok lebih dari 12% pada Jumat lalu, memicu gelombang penjualan di sektor teknologi Asia. Kekhawatiran akan membengkaknya biaya infrastruktur kecerdasan buatan menjadi pemicu utama koreksi ini.

Related Post
Pelemahan SoftBank ini tak lepas dari tren negatif di Wall Street, di mana indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi, telah tergelincir selama empat sesi berturut-turut. Bahkan, desainer chip SoftBank, Arm Holdings, juga mencatat penurunan 3,2%, menunjukkan performa di bawah sektor semikonduktor secara umum. Analis Ortus Advisors, Andrew Jackson, menyoroti bahwa minat investor terhadap SoftBank juga terpengaruh oleh kabar penundaan IPO OpenAI hingga tahun depan, lantaran sulitnya mencapai valuasi fantastis 1 triliun dolar AS.

Meskipun kesepakatan chip pusat data AI baru antara Qualcomm dan Meta berpotensi menguntungkan Arm melalui pembayaran royalti, Arm juga menghadapi tantangan serius. Qualcomm semakin agresif berekspansi ke pasar unit pemrosesan pusat (CPU), menciptakan persaingan yang makin ketat bagi Arm di tengah lanskap teknologi yang terus berubah.
Efek domino pelemahan ini tak hanya menimpa SoftBank dan Arm, namun juga merembet ke seluruh sektor semikonduktor di Asia. Saham SK Hynix dari Korea Selatan merosot lebih dari 3%, sementara Samsung Electronics kehilangan hampir 3% nilainya. SK Square, perusahaan holding investasi teknologi, terjun sekitar 7%, diikuti oleh penurunan pada LG Electronics dan Seoul Semiconductor. Di Jepang, Advantest anjlok lebih dari 6%, dan Tokyo Electron juga tak luput dari koreksi, turun lebih dari 2%.
Gejolak di pasar Asia ini sejalan dengan apa yang terjadi di Wall Street semalam. Apple memimpin penurunan setelah mengumumkan kenaikan harga untuk produk MacBook dan iPad-nya, dengan alasan melonjaknya biaya komponen, termasuk chip. Ini memicu kekhawatiran serius bahwa kenaikan harga semikonduktor dapat menggerus margin keuntungan perusahaan teknologi raksasa. Microsoft juga turun 3,5% setelah menaikkan harga konsol Xbox, sementara Alphabet dan Meta Platforms turut merasakan dampak pelemahan pasar.










Tinggalkan komentar