haluannews.id – Pemerintah Indonesia tengah gencar mencari strategi baru untuk melonggarkan cengkeraman dolar Amerika Serikat (AS) dalam struktur pembiayaan negara. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, langkah diversifikasi sumber pendanaan ke mata uang lain menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari gejolak kurs yang tak terduga.

Related Post
Plt Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin menjelaskan, ketergantungan berlebihan pada dolar AS berpotensi besar memberatkan APBN. "Jika kita terlalu banyak bergantung pada dolar AS, akan membebani APBN kita, karena dolar cenderung anomali. Ketergantungan tunggal pada dolar akan membuat stabilitas keuangan kita rentan," ujarnya kepada awak media di kantornya, Kamis (25/6/2026). Pernyataan ini menegaskan urgensi untuk tidak lagi menaruh semua telur dalam satu keranjang mata uang.

Salah satu terobosan signifikan adalah dengan melirik Renminbi atau Yuan, mata uang resmi Tiongkok. Kemenkeu berencana menerbitkan surat utang berdenominasi Yuan, yang dikenal sebagai Panda Bond. Instrumen ini diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkokoh strategi diversifikasi pembiayaan Indonesia.
"Penerbitan Panda Bond merupakan upaya untuk mencari alternatif sumber pembiayaan. Dengan diversifikasi ini, kami berharap risiko beban APBN akibat fluktuasi nilai tukar dapat diminimalisir, sekaligus mengurangi dampak keterikatan pada dolar AS," papar Herman lebih lanjut.
Tiongkok dipandang sebagai mitra strategis yang menarik dalam upaya ini. Herman menyebut, Negeri Tirai Bambu menunjukkan minat kuat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan Indonesia melalui pembelian surat utang dengan harga yang masuk akal, mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang solid.
Meskipun demikian, Herman menegaskan bahwa upaya untuk sepenuhnya melepaskan diri dari dolar AS bukanlah pekerjaan singkat. Status dolar sebagai "hard currency" yang diterima luas di berbagai negara membuat proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, langkah-langkah strategis seperti penerbitan Panda Bond ini adalah awal penting menuju kemandirian finansial yang lebih kuat.








Tinggalkan komentar