Nikel Meledak Saham Tambang Siap Terbang

Nikel Meledak Saham Tambang Siap Terbang

haluannews.id – Kabar gembira datang dari sektor pertambangan nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM berencana melonggarkan kuota produksi nikel pada tahun 2026 Kebijakan ini diprediksi menjadi angin segar yang berpotensi melambungkan saham-saham tambang nikel di Indonesia sekaligus menarik kembali aliran dana investor asing terutama bagi emiten yang gencar melakukan hilirisasi

COLLABMEDIANET

Elandry Pratama seorang analis dari Panin Sekuritas menilai relaksasi dan dukungan kebijakan terhadap industri nikel akan mempercepat terwujudnya program hilirisasi di Tanah Air Selain itu langkah ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset perusahaan tambang nikel raksasa seperti PT Aneka Tambang Tbk ANTM dan PT Vale Indonesia Tbk INCO yang merupakan bagian dari Grup MIND ID

Nikel Meledak Saham Tambang Siap Terbang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Elandry ANTM memiliki peluang besar dari penguatan bisnis nikel serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik Sementara itu VALE akan mendapatkan dorongan dari ekspansi fasilitas pengolahan dan proyek hilirisasi yang sedang berjalan Ini adalah momentum emas bagi keduanya tambahnya dalam keterangan resmi Selasa 14 Juli 2026

Sebagai gambaran kinerja ANTM pada tahun 2025 menunjukkan produksi bijih nikel mencapai 1611 juta wet metric ton wmt melonjak 62% dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 994 juta wmt Di sisi lain total produksi nikel dalam bentuk matte oleh INCO tercatat sebanyak 72027 metrik ton mt sepanjang tahun 2025

Elandry menambahkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia berpotensi memulihkan sentimen positif investor global terhadap sektor nikel Jika fundamental dan kinerja emiten terus membaik kondisi ini akan membuka pintu lebar bagi masuknya modal asing ke sektor terkait

Data menunjukkan saham ANTM berhasil menguat 246% dalam satu bulan terakhir menembus angka Rp2920 pada penutupan perdagangan Senin 13 Juli 2026 Tidak kalah menarik saham INCO juga perkasa dengan kenaikan 064% mencapai Rp4740

Namun Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong memberikan pandangan yang lebih hati-hati Ia menyebut kebijakan relaksasi memang berpotensi meningkatkan minat investor terhadap sektor pertambangan Indonesia karena memperbaiki prospek pertumbuhan perusahaan Akan tetapi arus dana asing sangat dipengaruhi oleh beragam faktor lain

Masuknya dana asing tidak hanya ditentukan oleh kebijakan sektor nikel melainkan juga kondisi makro seperti arah suku bunga global nilai tukar rupiah serta sentimen terhadap pasar negara berkembang secara keseluruhan Jadi kebijakan ini lebih berpotensi mendorong rotasi sektor ke saham nikel dibanding menjadi pemicu utama arus masuk dana asing ke pasar Indonesia secara keseluruhan tutur Lukman

Pasar modal Indonesia sendiri tengah menghadapi derasnya eksodus investor asing dengan akumulasi penjualan bersih investor asing net foreign sell NFS sebesar Rp7615 triliun secara year to date ytd Fenomena ini terus berlanjut dengan dana asing yang keluar sebesar Rp852 triliun

Menariknya di tengah tren negatif tersebut kedua emiten nikel di bawah naungan MIND ID justru menjadi sasaran empuk akumulasi dana asing Hal ini terlihat dari nilai pembelian bersih investor asing Net Foreign Buy NFB di ANTM dan INCO masing-masing sebesar Rp50819 miliar dan Rp5084 miliar secara bulanan

Sebelumnya Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan relaksasi produksi nikel dilakukan untuk menjawab defisit pasokan bahan baku bagi industri smelter Ia menekankan kebijakan ini bukan untuk mendongkrak produksi secara masif

Tri menjelaskan tambahan produksi yang diberikan tidak akan mengubah secara fundamental target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya RKAB nikel 2026 yang berada pada kisaran 260 juta hingga 270 juta ton Penyesuaian hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan dalam negeri yang masih membutuhkan tambahan pasokan bahan baku

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar