Modal Sisa 15% Jadi Ratusan Miliar: Jurus Lo Kheng Hong Lolos Krisis!

Haluannews Ekonomi – Kisah perjalanan investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, seringkali menjadi inspirasi bagi banyak pelaku pasar modal. Dikenal sebagai "Warren Buffett Indonesia" berkat kesuksesannya dalam investasi saham, ternyata pria kelahiran 1959 ini pernah menghadapi momen krusial yang nyaris menghancurkan seluruh kekayaannya. Krisis ekonomi Asia pada tahun 1998 menjadi titik terendah baginya, di mana ia harus berjuang keras untuk bertahan dari ancaman kebangkrutan.

COLLABMEDIANET

Pada masa kelam tersebut, Lo Kheng Hong menceritakan bahwa kekayaannya tergerus hingga 85%, menyisakan hanya 15% dari total aset yang ia miliki. Kala itu, ia sudah sepenuhnya berprofesi sebagai investor purnawaktu, dengan istri sebagai ibu rumah tangga dan dua anak yang menjadi tanggungannya. "Uang saya berkurang 85%, sisa 15%. Saya waktu itu sudah full time investor, istri ibu rumah tangga, anak 2, saya nggak kerja lagi, duit tinggal 15%," ungkap Lo Kheng Hong dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan PT Syailendra Capital dan disiarkan melalui kanal YouTube perusahaan, seperti dikutip Haluannews.id pada Senin (27/4/2026).

Modal Sisa 15% Jadi Ratusan Miliar: Jurus Lo Kheng Hong Lolos Krisis!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menyadari situasi genting yang dihadapinya, Lo Kheng Hong mengambil keputusan berani: menginvestasikan seluruh sisa hartanya ke dalam saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu, harga per lembar saham UNTR berada di level Rp 250. Keputusan ini bukan tanpa dasar. LKH, sapaan akrabnya, melihat valuasi fundamental UNTR sangat menarik dan prospek perusahaan yang cerah. Ia menganalogikan situasi tersebut seperti "mobil mewah dijual dengan harga sepeda motor."

"Masa harga saham Rp250, laba usaha per saham Rp7.800. Laba usahanya Rp 1,1 triliun, dibagi jumlah saham 138 juta, kan, (laba per saham) Rp7.800. Saya put everything di United Tractor, nggak bisa pilih yang

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar