Mengapa Danantara Belum Buka Buku Ini Jawabannya

Mengapa Danantara Belum Buka Buku Ini Jawabannya

haluannews.id – Sejak resmi memulai kiprahnya pada Februari 2025, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara belum juga memublikasikan laporan keuangan kepada khalayak luas. Keterlambatan ini sontak memicu pertanyaan publik. Namun, Direktur Utama BPI Danantara, Rosan Roeslani, akhirnya angkat bicara mengungkap alasan di balik penundaan tersebut.

COLLABMEDIANET

Menurut Rosan, proses penyusunan laporan keuangan Danantara bukanlah perkara sederhana. Perusahaan ini merupakan hasil konsolidasi dari lebih dari seribu entitas bisnis. Kompleksitas ini membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra. Ia juga menekankan bahwa batas waktu resmi untuk penerbitan laporan keuangan adalah akhir Juni, sehingga Danantara masih dalam koridor waktu yang ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 15 Juni 2026.

Mengapa Danantara Belum Buka Buku Ini Jawabannya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa seluruh data keuangan yang relevan telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menjalani proses audit. "Kami sudah menyerahkan semua datanya ke BPK, karena BPK yang akan melakukan audit di kami," jelasnya.

Meski laporan keuangan resmi belum diaudit dan dirilis, Danantara tidak berdiam diri. Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia ini membeberkan bahwa pihaknya telah gencar melakukan kunjungan promosi ke berbagai negara. Dalam tur tersebut, Danantara juga aktif menawarkan surat utang global kepada para investor internasional.

Pada kesempatan itu, Danantara secara terbuka menyajikan data-data keuangan sebagai gambaran awal bagi para investor. Meskipun belum diaudit oleh BPK, informasi tersebut memungkinkan investor untuk melakukan perhitungan dan analisis mereka sendiri. "Kami tampilkan data-data kami apa adanya, sehingga mereka bisa melihat, menghitung, dan menganalisis laporan keuangan yang kami berikan," tutur Rosan.

Respons dari para investor pun sangat menggembirakan. Danantara berhasil menerbitkan surat utang luar negeri senilai US$1,5 miliar dengan tenor 5 dan 10 tahun. Penawaran ini bahkan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga lebih dari tiga kali lipat. Rosan menilai, respons positif ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap transparansi dan potensi Danantara. "Kami memberikan laporan keuangan apa adanya, dan mereka juga tahu serta bisa mengikuti semua perkembangan yang ada di sini," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar