Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Pegadaian (Persero) berhasil mencetak kinerja impresif di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Inisiatif transformasi digital, khususnya melalui penguatan layanan aplikasi Tring by Pegadaian, terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan bisnis perusahaan, bahkan diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2026.

Related Post
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan bahwa strategi transformasi ini melibatkan serangkaian inisiatif komprehensif. Fokus utamanya adalah modernisasi model bisnis, perluasan kanal distribusi, penguatan ekosistem emas, serta peningkatan layanan berbasis digitalisasi secara menyeluruh untuk menghadapi berbagai gejolak pasar.

Untuk memperkuat posisinya di pasar, Pegadaian turut merevitalisasi layanan di kantor-kantor cabangnya. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi permintaan nasabah akan layanan "bank emas" yang semakin beragam, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat dengan sekitar 214 perusahaan gadai lainnya di Indonesia. Tak hanya itu, inovasi produk juga menjadi prioritas, dengan pengembangan layanan gadai dan bank emas yang meliputi cicil emas dan tabungan emas.
Hasilnya, aplikasi Tring by Pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang fenomenal. Data perusahaan mencatat lonjakan jumlah nasabah Tring hingga dua kali lipat pada tahun 2026, dengan total nilai transaksi yang berhasil menembus angka lebih dari Rp 30 triliun. Angka ini menegaskan dominasi Pegadaian dalam segmen emas digital di tengah tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas.
Untuk mendalami lebih lanjut strategi ekspansi bisnis gadai dan bank emas Pegadaian, simak wawancara eksklusif Syarifah Rahma dengan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, dalam program Power Lunch di Haluannews.id, Kamis (16/04/2026).
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar