Mega Dividen BRI: Rp52,1 T dari Laba 2025, Ini Detailnya!

Mega Dividen BRI: Rp52,1 T dari Laba 2025, Ini Detailnya!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) baru saja mengumumkan keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunannya. Bank pelat merah ini menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp 52,10 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Angka fantastis ini setara dengan 92% dari total laba bersih perseroan, atau Rp 346 per lembar saham, menunjukkan komitmen kuat BRI terhadap pengembalian nilai kepada pemegang saham.

COLLABMEDIANET

Sebelumnya, BRI telah mendistribusikan dividen interim untuk tahun buku 2025 senilai Rp 137 per saham, dengan total mencapai Rp 20,63 triliun, yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan diterima pemegang saham diperkirakan sebesar Rp 209 per saham.

Mega Dividen BRI: Rp52,1 T dari Laba 2025, Ini Detailnya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Keputusan pembagian dividen yang agresif ini menarik perhatian, mengingat laba bersih BRI pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 57,13 triliun. Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 5,26% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan perolehan Rp 60,30 triliun pada tahun 2024. Meskipun demikian, rasio pembayaran dividen (payout ratio) yang mencapai 92% mengindikasikan kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan di masa mendatang.

Meski laba bersih sedikit tertekan, kinerja operasional BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid di berbagai lini. Pendapatan bunga tercatat meningkat 4,27% yoy menjadi Rp 207,78 triliun. Namun, beban bunga juga mengalami kenaikan tipis 1,2% yoy menjadi Rp 57,28 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) dan pendapatan jasa asuransi konsolidasi tumbuh 5,54% yoy, mencapai Rp 151,8 triliun sepanjang tahun lalu.

Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi BRI menunjukkan akselerasi signifikan, tumbuh 12,31% yoy menjadi Rp 1.521,49 triliun pada akhir tahun 2025. Total aset bank juga turut membengkak menjadi Rp 2.135,37 triliun, menegaskan posisi BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

Namun, pertumbuhan kredit yang pesat ini juga diiringi oleh peningkatan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). NPL gross tercatat naik menjadi 3,29%, sementara NPL net berada di level 0,96%. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp 1.466,84 triliun pada akhir 2025, dengan komposisi CASA (Current Account Saving Account) yang kuat di angka 70,61%. Meskipun demikian, likuiditas bank terlihat sedikit mengetat, tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di level 91,96%.

Secara keseluruhan, keputusan pembagian dividen jumbo ini menunjukkan optimisme manajemen BRI terhadap prospek bisnis ke depan, sekaligus upaya menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika kinerja laba. Para pemegang saham kini menantikan realisasi sisa dividen final yang akan segera dibagikan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar