haluannews.id – Pasar saham Asia-Pasifik membuka perdagangan Selasa 30 Juni 2026 dengan mayoritas menguat signifikan. Lonjakan ini tak lepas dari gemuruh optimisme yang melanda Wall Street sehari sebelumnya, didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini sontak memicu semangat investor global untuk kembali berburu aset berisiko.

Related Post
Di kawasan Asia, bursa Jepang menjadi salah satu motor penggerak. Indeks Nikkei 225 melesat 1,41% pada awal sesi, diikuti oleh Topix yang juga menguat 0,88%. Tak ketinggalan, pasar Korea Selatan turut berpesta dengan indeks Kospi yang melonjak 1,17%. Namun, di tengah euforia ini, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru mencatatkan penurunan tipis 0,88%. Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, bergerak cenderung datar, menunjukkan kehati-hatian di sebagian pasar. Para pelaku pasar kini juga menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan hari ini.

Kenaikan di bursa Asia merupakan respons langsung terhadap performa cemerlang Wall Street pada Senin waktu setempat. Ketiga indeks utama di Amerika Serikat kompak ditutup menguat. Indeks S&P 500 melaju 1,18%, sedangkan Nasdaq Composite mencatatkan performa paling impresif dengan lompatan 2,07%. Puncaknya, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 306,63 poin atau setara 0,59%, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, ditutup di atas level 52.000. Prestasi luar biasa Dow Jones ini tak lepas dari lonjakan hampir 5% saham Alphabet, yang baru saja bergabung sebagai anggota indeks tersebut.
Optimisme investor membuncah setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan dan membuka kembali jalur pelayaran komersial vital melalui Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menahan diri sementara, memungkinkan kapal-kapal kembali melintas bebas di jalur maritim strategis tersebut.
Dari ranah korporasi, saham perusahaan teknologi pertahanan AeroVironment menjadi sorotan dengan kenaikan fantastis 19% dalam perdagangan setelah penutupan pasar. Kinerja saham ini terdorong oleh laporan laba kuartal IV fiskal yang jauh melampaui ekspektasi pasar. AeroVironment membukukan laba disesuaikan sebesar US$1,84 per saham, dengan pendapatan mencapai US$642 juta. Angka ini jauh di atas proyeksi analis yang memperkirakan laba US$1,46 per saham dan pendapatan US$559 juta.
Julian Emanuel, Senior Managing Director Evercore ISI, berpendapat bahwa sentimen pasar saat ini belum sepenuhnya positif, namun kondisi ini justru dapat menjadi fondasi yang kokoh menjelang musim laporan keuangan. Ia memprediksi bahwa saham-saham teknologi berkapitalisasi besar berpotensi kembali menjadi pendorong utama pasar pada paruh kedua tahun ini. Investor juga akan terus mencermati sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini, termasuk survei lowongan kerja JOLTS periode Mei dan indeks aktivitas manufaktur Chicago PMI.










Tinggalkan komentar