haluannews.id – Emiten distributor produk kesehatan terkemuka, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. Perusahaan ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp226 miliar, menunjukkan kenaikan signifikan 12,6% secara tahunan. Pencapaian gemilang ini tak lepas dari lonjakan penjualan yang mencapai Rp8,2 triliun, tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Related Post
Direktur Utama MDLA, Juliwaty, dalam sebuah Public Expose Live pada Selasa (8/9/2026), mengungkapkan optimisme perusahaan. Menurutnya, pesatnya pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia membuka peluang besar bagi MDLA untuk terus berekspansi. "Dengan ekosistem bisnis yang terintegrasi, meliputi distribusi, alat kesehatan, manufaktur, hingga platform digital, kami memiliki fondasi kokoh untuk menjangkau lebih banyak konsumen," jelas Juliwaty.

Salah satu pilar utama pertumbuhan MDLA adalah unit bisnis distribusinya, PT Anugrah Argon Medica (AAM). AAM berhasil memperluas portofolio dengan menggandeng lima prinsipal baru. Lima mitra strategis ini terdiri dari satu prinsipal produk etikal, tiga prinsipal produk kesehatan konsumen, dan satu prinsipal alat kesehatan, memperkuat jangkauan pasar MDLA.
Tak hanya itu, lini produk alat kesehatan milik sendiri juga menunjukkan performa cemerlang. Produk Stardec, yang dipasarkan oleh anak perusahaan PT Djembatan Dua, mencatat peningkatan penjualan sebesar 34%. Keunggulan Stardec bahkan telah menembus pasar internasional, dengan ekspor perdana ke Kamboja dan Timor-Leste pada tahun 2025, dan rencana ekspansi ekspor yang berkelanjutan di tahun 2026.
Untuk mendukung ekspansi dan memenuhi lonjakan permintaan, MDLA terus menggenjot kapasitas infrastruktur. Pembangunan gudang AAM di Medan kini telah mencapai 95% dan diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2026. Fasilitas baru ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi dan kapabilitas layanan di seluruh wilayah Sumatera.
Melihat ke depan, MDLA telah menyiapkan strategi jangka panjang dengan merencanakan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2. Pusat distribusi raksasa ini dijadwalkan akan mulai dibangun pada tahun 2027 di atas lahan seluas 2,7 hektar di Kawasan Industri Jababeka 2. NDC 2 akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dingin (cold storage) yang krusial bagi produk-produk kesehatan tertentu, menegaskan komitmen MDLA dalam menjaga kualitas dan efisiensi rantai pasok.










Tinggalkan komentar