Haluannews Ekonomi – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional, dengan memprioritaskan sinergi strategis guna mengakselerasi kemajuan bangsa. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan fokus pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif, diiringi dengan optimalisasi ekosistem digital. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan bahwa strategi ini bukan hanya berhasil mendongkrak total kredit perseroan hingga 17,4% pada kuartal I-2026, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan pada segmen UMKM yang melampaui rata-rata industri.

Related Post
Fokus strategis ini tidak semata-mata bertujuan memperluas akses pembiayaan, melainkan juga untuk menciptakan jembatan yang menghubungkan para pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, memfasilitasi transaksi, serta mengintegrasikan mereka dalam rantai nilai ekonomi yang komprehensif. Riduan menjelaskan, melalui pendekatan sinergis ini, Bank Mandiri berambisi tidak hanya berperan sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai katalisator yang menggerakkan seluruh lapisan ekosistem ekonomi nasional, mendorong UMKM untuk naik kelas, dan mempercepat inklusi keuangan berbasis digital.

"Fokus tersebut menjadi fondasi dari gerakan Bank Mandiri, yaitu bergerak berdampak, di mana gerakan ekspansi bisnis dilakukan secara terarah, produktif, dan integratif," ujar Riduan dalam paparan kinerja kuartal I-2026 Bank Mandiri secara virtual, Selasa (21/4/2026).
Data kinerja keuangan Bank Mandiri per kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan kredit yang impresif, mencapai 17,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini hampir melampaui dua kali lipat rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Riduan menegaskan, ekspansi kredit ini diarahkan secara spesifik untuk memacu aktivitas ekonomi riil, terutama pada sektor-sektor produktif dan padat karya yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja.
Secara lebih spesifik, segmen kredit UMKM Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 5,27% yoy. Capaian ini patut diapresiasi mengingat industri perbankan secara umum masih menghadapi kontraksi pada penyaluran kredit UMKM, menunjukkan efektivitas strategi Bank Mandiri dalam segmen ini.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi, menambahkan bahwa pertumbuhan kredit pada segmen UMKM, mikro, dan individu oleh bank berlogo pita emas ini tersebar dengan baik dan konsisten. Menurut Rizaldi, pola pertumbuhan kredit ini mencerminkan distribusi yang merata dan konsisten, menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta wilayah geografis di seluruh pelosok Indonesia, bahkan hingga pulau-pulau terluar. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan Bank Mandiri tidak terkonsentrasi pada satu atau beberapa daerah saja, melainkan bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Menatap ke depan, Rizaldi menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk terus menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM. Pendampingan akan terus diintensifkan melalui penyediaan akses pembiayaan yang adaptif, program pendampingan yang komprehensif, serta penguatan akses terhadap ekosistem digital dan ekonomi kreatif. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk mendorong UMKM naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar