haluannews.id – PT Summit Oto Finance (SOF) mencatatkan kinerja keuangan yang luar biasa menjelang finalisasi penggabungan usahanya dengan PT Oto Multiartha (OTO). Perusahaan multifinance ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga lebih dari 200 persen pada semester pertama tahun 2026, sebuah pencapaian yang menarik perhatian pasar dan menandai momentum penting sebelum merger efektif.

Related Post
Di bawah kepemimpinan Victoria Rusna, SOF melaporkan laba bersih sebesar Rp300,46 miliar pada paruh pertama 2026. Angka fantastis ini melesat 206,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih tercatat sebesar Rp97,93 miliar. Peningkatan signifikan ini menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat di tengah persiapan aksi korporasi besar.

Tak hanya laba, kekuatan permodalan SOF juga menunjukkan pertumbuhan impresif. Total aset perusahaan mencapai Rp19,28 triliun pada akhir Juni 2026, tumbuh 16,28 persen dari Rp16,58 triliun yang tercatat pada akhir tahun 2025. Sejalan dengan itu, ekuitas SOF juga menggemuk menjadi Rp3,83 triliun, naik 14,67 persen dari Rp3,34 triliun di akhir 2025.
Peningkatan kewajiban perusahaan juga terlihat, dengan liabilitas yang bertumbuh 16,69 persen dari Rp13,24 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp15,45 triliun pada Semester I-2026. Namun, ekspansi bisnis ini diiringi dengan kualitas portofolio yang membaik. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) SOF berhasil ditekan secara signifikan, dari 0,52 persen di akhir 2025 menjadi 0,27 persen pada Semester I-2026.
Manajemen SOF menyatakan bahwa ekspansi bisnis yang diikuti peningkatan kualitas portofolio ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan perusahaan melalui peningkatan sinergi usaha pasca-merger.
Penggabungan usaha antara SOF dan OTO telah resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026 dan telah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam skema merger ini, SOF bertindak sebagai entitas penerima penggabungan, sementara OTO secara resmi meleburkan diri. Seluruh hak dan kewajiban OTO akan dialihkan sepenuhnya kepada SOF.
Sebagai bagian dari transaksi strategis ini, SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar. Seluruh saham baru tersebut diambil alih oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA). Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85 persen, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK 47/2020.










Tinggalkan komentar