Haluannews Ekonomi – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sukses mencatatkan kinerja gemilang di semester I-2025 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp29 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Related Post
Pendapatan bunga bank swasta terbesar di Indonesia ini tercatat sebesar Rp49,37 triliun, meningkat 7,03% yoy. Sementara itu, beban bunga juga mengalami kenaikan sebesar 8,83% yoy menjadi Rp6,73 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan bunga bersih BCA tumbuh 6,75% yoy menjadi Rp42,64 triliun. Net Interest Margin (NIM) BCA juga mengalami peningkatan menjadi 5,78% selama enam bulan pertama tahun ini.

Dari sisi fungsi intermediasi, BCA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12,9% yoy, mencapai Rp959 triliun per Juni 2025. Kabar baiknya, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross mengalami penurunan menjadi 2,47% dari sebelumnya 2,70%. NPL net juga turun menjadi 2,17% dari 2,20%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA juga mengalami kenaikan sebesar 5,7% yoy, menyentuh angka Rp1.190 triliun per Juni 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) secara konsolidasi memberikan kontribusi sekitar 82,5% dari total DPK, tumbuh 7,3% mencapai Rp982 triliun.
Meskipun kinerja kredit tumbuh signifikan, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BCA masih tergolong longgar, berada di posisi 78,04%, naik dari 72,74% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini baru sedikit melewati batas bawah ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) LDR Bank Indonesia (BI) yang berada di rentang 78%-92%. Hal ini mengindikasikan bahwa BCA masih cenderung "cari aman" dalam menyalurkan kredit.
Di sisi lain, BCA mencatatkan penempatan surat berharga sebesar Rp386,42 triliun sepanjang semester I-2025, meningkat 3,7% yoy dari Rp372,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar