Asing Kabur Rp 744 Miliar Tapi Saham Ini Diburu

Asing Kabur Rp 744 Miliar Tapi Saham Ini Diburu

haluannews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi pertama di zona hijau, arus modal asing justru menunjukkan tren yang berlawanan. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell dengan nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp744,43 miliar.

COLLABMEDIANET

Meskipun terjadi tekanan jual yang masif, IHSG tetap mampu bertahan dengan penguatan. Indeks merangkak naik 58,84 poin atau tumbuh sebesar 1,09% ke level 5.446,74. Aktivitas perdagangan di bursa juga tergolong ramai dengan volume transaksi mencapai 208,68 juta lot, yang mencerminkan nilai transaksi sebesar Rp7,29 triliun.

Asing Kabur Rp 744 Miliar Tapi Saham Ini Diburu
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fenomena menarik terlihat saat kita membedah pergerakan dana asing. Di tengah aksi jual besar-besaran, terdapat sejumlah saham yang justru menjadi incaran para investor global. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi primadona dengan mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp45,88 miliar. Tak jauh di belakangnya, raksasa otomotif PT Astra International Tbk. (ASII) juga diburu dengan nilai net buy mencapai Rp40,98 miliar.

Daftar saham yang diburu asing tidak berhenti di situ. Sektor energi dan komoditas turut menunjukkan daya tarik, seperti PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang dibeli senilai Rp27,80 miliar, serta PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) dengan nilai Rp27,57 miliar. Selain itu, investor asing juga mengalokasikan dana ke PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), hingga PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA).

Namun, jika melihat gambaran besarnya, aliran dana masuk ke saham-saham tersebut masih kalah jauh dibandingkan dengan derasnya arus keluar dari sektor perbankan. Sektor perbankan, yang biasanya menjadi motor penggerak utama pasar, justru mengalami tekanan jual yang sangat kuat.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp251,95 miliar. Tekanan serupa juga menghantam PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai penjualan bersih Rp243,26 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp132,84 miliar. Tidak ketinggalan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) juga mencatatkan net sell yang signifikan.

Selain sektor perbankan, beberapa saham blue chip lainnya juga mengalami tekanan jual, di antaranya PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat pada saham-saham tertentu, sentimen keluar dari saham-saham berkapitalisasi besar masih mendominasi pasar pada sesi pertama ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar